Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setkab)

Politik

Mantan Panglima TNI Ungkap Ada Sabotase Istana, Singgung Bahlil hingga Trenggono

SELASA, 19 AGUSTUS 2025 | 09:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada kelompok di lingkaran istana hendak mendelegitimasi dan meruntuhkan kekuasaan Presiden Prabowo Subianto dengan berbagai kebijakan yang merugikan rakyat.

Presidium Koalisi Aliansi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengisyaratkan, ada gerakan terencana dari dalam Istana Negara sedang mencari cara memakzulkan Prabowo yang baru berkuasa sepuluh bulan.

Ia mengurai beberapa kasus memperlihatkan indikasi kuat ke arah pemakzulan, sebut saja temuan pagar laut di Tangerang. Saat itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan perlawanan terhadap perintah Prabowo dengan melarang pembongkaran pagar laut berdalih sebagai barang bukti. 


“Ini insubordinasi,” ujar Gatot saat menjadi pembicara kunci dalam acara Reuni 5 Tahun KAMI di Yogyakarta, Senin, 18 Agustus 2025 malam.

Tak lama setelah Prabowo dilantik sebagai presiden, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga memunculkan wacana kenaikan PPN dari 11 persen menjadi 12 persen per 1 Januari 2025. 

Sontak wacana itu menuai kemarahan rakyat hingga Presiden Prabowo turun tangan dan menyatakan kenaikan PPN 12 persen hanya untuk barang dan jasa mewah.

Belum lagi kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal distribusi gas melon yang sempat membuat rakyat marah. Antrean menumpuk di banyak tempat karena hanya agen yang diperbolehkan menjual gas melon sampai ada yang meninggal.

Lagi-lagi, kasus ini baru mereda setelah Presiden Prabowo turun tangan dan membatalkan kebijakan Bahlil ini.

“Saya menduga ini sabotase struktural yang dilakukan struktur pemerintahan sendiri. Saya menduga itu, kalau tidak terima, panggil saya,” tegas mantan Panglima TNI ini.

Tak berhenti di situ, Bahlil kembali disorot dengan kasus tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. izin tambang yang dikeluarkan Kementerian ESDM ini diprotes warga karena bisa merusak ekosistem wilayah setempat.

Juga kasus pemindahan empat pulau milik Aceh untuk Sumatera Utara yang melibatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Kasus ini menurut Gatot sangat berbahaya karena memicu wacana disintegrasi.

“Siapa yang jelek (akibat kebijakan tersebut)? Presiden lagi," kata Gatot. 

Terbaru, kebijakan pemblokiran rekening 'nganggur' selama tiga bulan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Bayangkan, sambung Gatot, ada 122 rekening diblokir. Kalau tidak diatasi, 122 juta pemilik rekening ini akan antre di bank dan menarik dana mereka.

“PPATK adalah intelijen keuangan, tidak punya hak untuk melakukan itu. (Penarikan dana) bisa (berakibat) jatuh presiden,” urai Gatot.

Oleh karena itu, KAMI berharap Presiden Prabowo segera menyadari situasi di lingkaran Istana Negara dan dapat mengambil tindakan tepat agar gerakan-gerakan berbahaya tersebut bisa dihentikan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya