Berita

Kota Tel Aviv, Israel (Foto: Wikipedia)

Global

Israel Usir Diplomat Australia karena Dukung Palestina

SELASA, 19 AGUSTUS 2025 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Israel tiba-tiba mengusir perwakilan Australia untuk Otoritas Palestina. 

Langkah ini dipicu oleh keputusan berani Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang menyatakan akan mengakui negara Palestina, sesuatu yang dianggap Israel sebagai pemicu antisemitisme.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, mengumumkan pencabutan visa diplomat Australia tersebut pada Senin malam, 18 Agustus 2025, waktu setempat. 


Ia menuding kebijakan Canberra bukan hanya masalah politik, tetapi juga memperburuk sentimen kebencian terhadap Yahudi.

Israel bahkan mengancam akan memperketat semua pengajuan visa baru dari pejabat Australia.

“Sementara antisemitisme merajalela di Australia, pemerintah Australia justru mengobarkannya dengan tuduhan palsu,” tulis Sa’ar di platform X, dikutip dari 9News.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengecam keputusan Israel. Ia menyebut tindakan tersebut berlebihan dan tidak bisa dibenarkan.

“Di saat dialog dan diplomasi lebih dibutuhkan dari sebelumnya, Pemerintah Netanyahu justru mengisolasi Israel dan melemahkan upaya internasional menuju perdamaian dan solusi dua negara,” tegasnya.

Wong menambahkan, Australia akan terus bekerja sama dengan mitra internasional untuk mendorong solusi dua negara, gencatan senjata di Gaza, serta pembebasan para sandera.

Diplomat yang diusir itu adalah Bethany Randell, pejabat karier di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) yang selama ini menjabat sebagai perwakilan Australia di Wilayah Palestina yang Diduduki, dengan kantor di Ramallah.

Pekan lalu Australia mengumumkan rencana untuk negara Palestina. Canberra berencana menyampaikan pengakuan resmi pada Sidang Umum PBB bulan September, menyusul langkah serupa yang juga dijanjikan oleh Prancis, Inggris, dan Kanada.

PM Albanese menegaskan pengakuan tersebut diberikan dengan syarat Hamas tidak terlibat dalam pemerintahan Palestina di masa depan.

“Australia akan mengakui negara Palestina. Australia akan mengakui hak rakyat Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri, berdasarkan komitmen yang telah diterima dari Otoritas Palestina,” ujar Albanese.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya