Berita

Ketua Komite Presidium KAMI Adhie M Massardi. (Foto: YouTube Refly Harun)

Politik

Adhie Massardi: KAMI Hadir Sebagai Cermin Pemerintah

SELASA, 19 AGUSTUS 2025 | 05:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang berdiri pada 18 Agustus 2020 menjadi cermin bagi jalannya pemerintahan sesuai amanat para pendiri bangsa.

Hal itu disampaikan Ketua Komite Presidium KAMI Adhie M Massardi dalam acara reuni KAMI di Yogyakarta, Senin, 18 Agustus 2025.

“KAMI itu adalah replika Indonesia 18 Agustus 1945. Dan itulah ketika KAMI menjadikan replika itu sebagai cermin bangsa dengan bingkai konstitusi dan Pancasila,” kata Adhie dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Selasa, 19 Agustus 2025.


Lanjut dia, sejarah berdirinya KAMI merupakan sikap untuk mengimbangi otoritarianisme rezim Joko Widodo yang membungkam para pengkritiknya saat itu. Terutama di periode kedua pemerintahannya.

“Nah KAMI inilah kemudian menjadi cermin, organisasi pemikiran yang menyebarkan keberanian ke masyarakat sipil di tanah air,” ungkapnya. 

Ia lantas menceritakan filosofi cermin yang seharusnya menjadi produk budaya bangsa terutama bagi para pemimpinnya. 

“Cermin dalam produk budaya kita tidak pernah dipakai oleh penguasa dari zaman ke zaman. Pertama, di masa lalu raja sebagai titisan dewa sehingga tidak perlu bercermin, rakyat takut sama dia. Nah di era modern KAMI muncul menyodorkan cermin (menunjukkan) bopeng-bopengnya pemerintah, cermin dibelah, KAMI diburu,” selorohnya.

Mantan Jubir Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini berharap agar KAMI sebagai cermin diterima oleh rezim yang berkuasa.
 
“Nah persoalannya KAMI menjadi cermin ini diterima rezim, jika menampilkan wajahnya buruk itu tidak dibelah cerminnya. Nah ini perlu kejelian juga bahwa KAMI ini hanya cermin yang mempertontonkan wajah kekuasaan hari ini. Nah sialnya sampai hari ini penguasa itu hanya mau bercermin yang palsu, cermin tipu daya, misalnya lembaga survei,” pungkas Adhie.

Reuni tersebut turut dihadiri Presidium KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan KH Rochmat Wahab. Hadir pula Rocky Gerung, Said Didu, Syahganda Nainggolan, Ahmad Yani, Rizal Fadillah, Roy Suryo, Edy Mulyadi, Neno Warisman, Dian Islamiati, MS Kaban, Ubedilah Badrun, Anton Permana, Hersubeno Arief, Anthony B Budiawan, dan para tokoh serta aktivis nasional lainnya.             

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya