Berita

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel Eyal Zamir. (Foto: AFP/Thomas Coex)

Dunia

Israel Matangkan Rencana Pendudukan Kota Gaza, Palestina Hadapi Ancaman Evakuasi Paksa

SENIN, 18 AGUSTUS 2025 | 23:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Militer Israel dilaporkan semakin dekat untuk menduduki Kota Gaza, Palestina. Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel, Eyal Zamir, telah memberi persetujuan terhadap rencana tersebut.

Mengutip lembaga penyiaran Israel, Kan pada Senin 18 Agustus 2025, keputusan akhir akan diambil oleh Menteri Pertahanan Israel, Katz, pada Selasa 19 Agustus 2025.

“Rencana itu juga akan dibawa ke meja Kabinet Keamanan dan Politik akhir pekan ini untuk mendapat pengesahan penuh,” bunyi laporan tersebut.


Pejabat militer Nitzan Alon, yang bertanggung jawab mengurus tahanan dan sandera, ikut hadir dalam diskusi terkait keputusan tersebut. 

Menurut laporan Anadolu, operasi ini akan dimulai dengan evakuasi paksa warga Palestina selama sedikitnya dua pekan. Setelahnya, pasukan Israel direncanakan masuk secara bertahap ke Kota Gaza.

Rencana evakuasi itu disebut akan dipresentasikan terlebih dahulu kepada pejabat Amerika Serikat atas permintaan mereka. Channel 12 bahkan menyebut bahwa pemerintah Israel menargetkan pengesahan resmi sebelum akhir pekan.

Sebelumnya, pada 8 Agustus lalu, kabinet Israel sudah lebih dulu menyetujui proposal Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menggariskan pendudukan bertahap Jalur Gaza, dimulai dari Kota Gaza. 

Tiga hari kemudian, pasukan Israel melancarkan serangan besar-besaran di kawasan al-Zaytoun. Serangan tersebut meliputi penghancuran rumah dengan robot berisi bahan peledak, tembakan artileri, serangan membabi buta, hingga pengusiran paksa warga sipil.

Sejak Oktober 2023, agresi militer Israel telah menewaskan lebih dari 61.900 warga Palestina dan menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza hingga menghadapi krisis kelaparan.

Atas tindakan brutal itu, November lalu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan. 

Selain itu, Israel juga tengah digugat di Mahkamah Internasional (ICJ) atas dugaan genosida terhadap rakyat Palestina.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya