Berita

Razia truk Over Dimension Over Loading (ODOL). (Foto: Dokumentasi Pajak.Com)

Bisnis

Transportasi Belum Merdeka dari Penjajahan ODOL

SENIN, 18 AGUSTUS 2025 | 15:21 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Transportasi di Tanah Air, khususnya moda penyeberangan, belum merdeka dari penjajahan muatan kendaraan berlebih atau yang biasa disebut ODOL (Over Dimension Over Load).

"Sejak tahun 2017, kebijakan Zero ODOL sudah enam kali ditunda. Penundaan demi penundaan ini adalah bentuk kelalaian kebijakan," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo melalui keterangan elektroniknya di Jakarta, Senin 18 Agustus 2025.

Khoiri mengatakan, truk ODOL menjadi pemicu berbagai kecelakaan di jalan raya maupun kapal penyeberangan. Kapal tenggelam karena beban berlebih, dermaga rusak, jalan nasional cepat hancur, dan korban jiwa berjatuhan.
Keselamatan rakyat tidak bisa ditawar-tawar.

Keselamatan rakyat tidak bisa ditawar-tawar.

Belum lagi, kata Khoiri, kerusakan jalan akibat ODOL ditanggung oleh APBN/APBD yang bersumber dari pajak rakyat. Kapal ferry harus menanggung kerusakan konstruksi, mesin, dan risiko tenggelam.

"Yang untung hanya segelintir pemilik truk ODOL, sementara kerugian dibebankan kepada bangsa," kata Khoiri.

Menurut Khoiri, negara lain sudah menerapkan sistem logistik modern yang beradab, efisien, dan selamat. Sedangkan Indonesia masih tersandera ODOL, seolah rela kalah oleh peradaban.

Khoiri menilai pemerintah takut mengambil kepututan Zero ODOL karena takut menghadapi demo sopir sehingga menimbulkan kegaduhan politik, takut inflasi dan ekonomi biaya tinggi, serta takut turunnya elektabilitas jelang pemilu.

"Semua itu hanyalah alasan politik sesaat, bukan alasan keselamatan rakyat," kata Khoiri

Khoiri berharap Zero ODOL benar-benar ditegakkan pada 2027. Sebab Zero ODOL memiliki banyak manfaat,  antara lain keselamatan rakyat meningkat, kapal dan jalan lebih aman; kerugian triliunan rupiah berkurang, APBN lebih hemat; ekonomi lebih sehat dan adil, tidak ada lagi kompetisi curang oleh pelaku ODOL; lapangan kerja baru tercipta jutaan: sopir baru, kernet, tenaga bongkar muat, mekanik, hingga pekerja industri pendukung logistik; dan martabat bangsa terangkat, Indonesia diakui dunia sebagai negara beradab dalam menegakkan keselamatan transportasi.

Selanjutnya Gapasdap meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung mengakhiri tarik-ulur Zero ODOL dengan menerbitkan Perpres atau Inpres Zero ODOL, sehingga tidak lagi mudah ditunda oleh pergantian pejabat.

Gapasdap juga meminta agar aparat penegak hukum dan Mahkamah Pelayaran tidak lagi menjadikan operator Ferry sebagai kambing hitam dalam setiap kecelakaan akibat ODOL. Tanggung jawab hukum utama harus diarahkan kepada pelanggar aturan dan kebijakan yang membiarkan ODOL terus beroperasi.

Selanjutnya seluruh stakeholder transportasi, mulai dari Kementerian Perhubungan, Bina Marga, aparat daerah, hingga asosiasi pengemudi truk, untuk membangun kesadaran kolektif. 

"Jangan sampai kita menjadi bangsa yang bodoh secara kolektif dengan terus menunda keselamatan" demikian Khoiri.






Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya