Berita

UPH Festival 2025 yang berlangsung pada 14-16 Agustus 2025. (Foto: Dokumentasi Universitas Pelita Harapan)

Nusantara

6.500 Mahasiswa Baru UPH Diajak Beri Dampak Bagi Dunia

MINGGU, 17 AGUSTUS 2025 | 04:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Universitas Pelita Harapan (UPH) menyambut lebih dari 6.500 mahasiswa baru dari seluruh Indonesia dan mancanegara melalui UPH Festival 2025 yang berlangsung pada 14-16 Agustus 2025.

Selama tiga hari, rangkaian acara ini menjadi gerbang awal bagi generasi baru UPH untuk memulai perjalanan akademik, spiritual, dan pengembangan karakter mereka.

Tahun ini, sekitar 70 mahasiswa internasional dari China, Timor Leste, Jerman, Iran, Jepang, Kenya, Nigeria, Myanmar, Pakistan, Filipina, dan Korea Selatan turut memperkaya keberagaman komunitas UPH.


Festival dibuka dengan Convocation yang dipimpin oleh Rektor UPH, Jonathan L. Parapak yang secara resmi melantik mahasiswa baru. Pada momen ini, mahasiswa baru turut mendapat pesan inspirasi dari Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) James Riady.

“Pendidikan di UPH bukan sekadar memperoleh informasi, tetapi tentang transformasi -- menemukan siapa diri Anda, mengapa Anda ada, dan bagaimana Anda dapat memberi dampak bagi dunia," kata Rektor UPH dalam sambutannya, dikutip Minggu 17 Agustus 2025. 

Sedangkan James Riady menegaskan bahwa UPH bukan sekadar tempat belajar akademis, tetapi juga ruang untuk bertumbuh dalam iman, karakter, dan kepemimpinan. Kehidupan mahasiswa, menurutnya, lebih dari sekadar lingkaran pertemanan, nilai ujian, atau pengalaman magang -- ini adalah perjalanan menuju tujuan yang kekal.

“Bangunlah kebiasaan yang akan membentuk masa depanmu. Jadilah pribadi yang aktif, melayani, memimpin, berdoa, dan terus bertumbuh," pesan James. 

Salah satu agenda utama UPH Festival 2025 adalah sesi Seminar Distinguished Guest Speaker (DGS) bertema “Principled Technology: Stewarding Intelligence with Integrity”. 

Sesi ini menghadirkan para tokoh terkemuka yang akan membagikan wawasan tentang perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta dampaknya di berbagai bidang, khususnya pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini DGS dibagi menjadi beberapa subtema berdasarkan bidang, yakni bidang teknologi, pendidikan, dan kesehatan. 

Tampil sebagai pembicara dalam kegiatan ini di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto; Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin;  CEO dan Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, Caroline Riady; Dekan Fakultas Kedokteran, Eka Julianta Wahjoepramono; Dekan Fakultas Artificial Intelligence UPH, Rizaldi Sistiabudi; Director of Operations Bank Mandiri, Timothy Utama; dan Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, David Utama.


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya