Berita

Presiden Prabowo Subianto saat pidato di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Foto: YouTube Sekretariat Kabinet)

Politik

Dokter Tifa:

Sidang MPR Kembali Normal pada Era Prabowo

MINGGU, 17 AGUSTUS 2025 | 04:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden Prabowo Subianto meninggalkan kebiasaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi yang selalu memakai baju adat dalam Sidang Tahunan MPR. 

Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa merespons keputusan Prabowo yang tidak lagi memakai baju adat dalam sidang tahunan yang rutin dilakukan Jokowi selama 10 tahun berkuasa.

"Alhamdulillah. Setelah tahun pertama Presiden @prabowo semua bergerak menuju normal kembali, baju formal Jas resmi dan Peci hitam dan pada Sidang Umum MPR 2025," tulis Dokter Tifa melalui akun X pribadinya yang dikutip Minggu 17 Agustus 2025.


Dokter Tifa menilai, selama 10 tahun Jokowi berkuasa, Sidang MPR berlangsung abnormal karena menjadi ajang karnaval baju-baju daerah. 

"Dan kadang-kadang karena maksa untuk match dengan baju daerah yang dipakainya, Presiden kadang juga datang bersandal," kata Dokter Tifa.

Ia berharap upacara Kemerdekaan ke-80 RI di Istana Kepresidenan juga kembali  normal dengan baju resmi jas dan peci.

"10 tahun terakhir macam Hari Kartini anak sekolah, dengan dangdutan dan joged-joged, yang bikin muak dan masyarakat meninggalkan siaran TV dan lebih memilih nonton Netflix di jam 10.00," kata Dokter Tifa.

Ia juga berharap Presiden Prabowo mengembalikan lagi kekhidmatan upacara Kemerdekaan RI yang begitu megah dan mengharukan seperti masa Presiden Soeharto, BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), 

"Kekhidmatan upacara dirusak dan jadi panggung karnaval dan panggung joged tanpa makna sejak Jokowi jadi Presiden," kata Dokter Tifa.




Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya