Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Youtube RMOL)

Politik

Isu Pemakzulan Menguat Buntut Sikap Arogan Gibran

MINGGU, 17 AGUSTUS 2025 | 00:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap arogan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, diperkirakan menjadi pemicu isu pemakzulan dirinya semakin menguat dan terus mengemuka di publik.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza mengamati, sikap Gibran beberapa waktu lalu membuat dirinya ditinggalkan elite-elite partai politik (parpol).

"Karena sikap arogannya yang merasa lebih kuat dibandingkan para ketua umum partai-partai politik," ujar Efriza RMOL, Sabtu 16 Agustus 2025.


Efriza mencontohkan, salah satu sikap arogan Gibran nampak dari enggannya dia menyalami sejumlah ketua-ketua umum parpol dalam momen di acara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, pada Minggu 10 Agustus 2025

"Padahal tanpa dukungan koalisi partai politik yang menerima Gibran maka dapat dipastikan Gibran tidak akan dicalonkan, meskipun saat itu ayahnya punya pengaruh kuat," kata Efriza.

Menurut Efriza, isu pemakzulan yang diusahakan melalui Forum Purnawirawan Prajurit TNI hingga ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), bakal berbalik situasinya. 

Magister ilmu politik Universitas Nasional (Unas) itu memperkirakan elite-elite parpol berkeinginan besar akan mendukung pemakzulan Gibran dari kursi Wapres.

"Ditenggarai memungkinkan, karena Gibran bisa menghadirkan permasalahan kepada para ketua umum partai-partai politik," demikian Efriza.



Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya