Berita

Anggota Komisi V DPR Novita Wijayanti. (Foto: Dok. Gerindra)

Politik

Distribusi Pangan Tidak Akan Merata Tanpa Infrastruktur yang Kuat

SABTU, 16 AGUSTUS 2025 | 22:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penekanan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato di Sidang Tahunan MPR, soal penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan sudah tepat.

Apalagi, kata Anggota Komisi V DPR Novita Wijayanti, visi Presiden Prabowo juga disertai program strategis lain mulai dari pemberantasan korupsi hingga investasi besar pada pembangunan manusia.

Novita menegaskan bahwa keberhasilan program sosial dan pembangunan manusia akan kokoh jika ditopang oleh kemandirian pangan dan infrastruktur yang memadai.


“Ketahanan pangan adalah prioritas utama. Akses pangan sehat dan terjangkau harus dipastikan melalui irigasi yang baik, jalan produksi, hingga akses pasar bagi petani di desa. Tanpa infrastruktur pertanian yang kuat, distribusi pangan tidak akan merata,” kata Novita kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 16 Agustus 2025.

Presiden dalam pidatonya mengumumkan alokasi Rp335 triliun di APBN 2026 untuk memperluas cakupan gizi bagi 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita, serta memperkuat Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah. 

Bagi Legislator dari dapil Jawa Tengah VIII itu, menilai langkah ini sebagai investasi jangka panjang yang akan efektif bila diiringi dengan rantai pasok pangan yang lancar dari desa ke kota.

Tak hanya itu, Presiden juga melaporkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat dengan target tambahan 200 sekolah, serta subsidi rumah bagi lebih dari 200 ribu keluarga. 

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan dan perumahan hanya akan optimal jika terkoneksi dengan infrastruktur desa-kota yang menunjang ketersediaan pangan.

“Komisi V siap mengawal agar pembangunan jalan, transportasi, dan sarana publik berjalan beriringan dengan program ketahanan pangan. Sinergi inilah yang akan menjamin kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” katanya.

Selain menyoroti pangan dan infrastruktur, ia juga menekankan pentingnya pengawasan anggaran. Presiden melaporkan penyelamatan anggaran hingga Rp300 triliun melalui pemberantasan korupsi. 

Menurut politisi Gerindra itu, efisiensi ini harus diarahkan untuk memperkuat sektor pangan dan pembangunan desa.

“Pengawasan ketat adalah kunci. Setiap rupiah harus sampai ke rakyat, terutama untuk mendukung petani, nelayan, serta masyarakat di wilayah terluar, tertinggal, dan perbatasan,” pungkasnya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya