Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters/Mike Segar)

Bisnis

Tarif Semikonduktor Bakal Digempur hingga 300 Persen

SABTU, 16 AGUSTUS 2025 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tarif Amerika Serikat (AS) untuk semikonduktor akan ditetapkan dalam dua minggu ke depan. 

Hal itu disampaikan Presiden Donald Trump kepada wartawan pada Jumat 15 Agustus 2025 di atas Air Force One dalam perjalanan ke Alaska untuk menghadiri KTT dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Penetapan tarif ini  menjadi indikasi terbaru bahwa ia tengah menyiapkan perluasan signifikan dari rezim tarifnya.


"Saya akan menetapkan tarif pekan depan dan pekan setelahnya, untuk baja. Dan, saya akan bilang chip-chip dan semikonduktor, akan kami tetapkan sekitar pekan depan atau pekan setelahnya," kata Trump, dikutip dari Bloomberg.

Trump pada Juni tahun ini telah menaikkan bea masuk impor baja dan aluminium menjadi 50 persen. 

Ia juga seringkali mengulang pernyataannya terkait pemberlakuan tarif untuk chip dan farmas,  namun belum ada pengumuman resmi.

Kedua sektor tersebut sedang diselidiki Departemen Perdagangan sejak April, sebuah prasyarat bagi Trump untuk mengenakan tarif dengan alasan keamanan nasional. 

Proses itu bisa rumit dan penyelidikannya dapat memakan waktu berbulan-bulan. 

Produsen dan perusahaan kecerdasan buatan menginginkan kejelasan lebih lanjut tentang rencana tarif semikonduktor tersebut, mengingat chip digunakan dalam berbagai produk konsumen modern.

Pekan lalu, Trump mengatakan dalam sebuah acara bersama CEO Apple Inc., Tim Cook, bahwa ia berencana mengenakan tarif 100 persen pada semikonduktor, sambil membebaskan produk dari perusahaan yang memindahkan manufakturnya ke AS.

Kemarin, Trump mengisyaratkan tarif atas semikonduktor impor bisa lebih tinggi lagi, 200 persen hingga 300 persen. 

Trump mengatakan, ia bisa membahas tarif dengan Putin. Ia percaya pemimpin Rusia tersebut berencana membawa para pelaku bisnis ke KTT.

"Saya perhatikan dia membawa banyak pebisnis dari Rusia, dan itu bagus, saya suka karena mereka ingin berbisnis," kata Trump. "Tapi mereka tidak akan berbisnis sampai kita menyelesaikan perang."

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya