Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Ancam Hapus Tantiem Komisaris hingga Direksi BUMN

JUMAT, 15 AGUSTUS 2025 | 21:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras terhadap jajaran komisaris dan direksi BUMN yang masih menerima tantiem (pembagian keuntungan atau bonus) meski perusahaan yang mereka kelola merugi. 

Kepala negara menegaskan, kebijakan pembagian tantiem akan dihapus untuk BUMN yang tidak mencatatkan keuntungan riil, sekaligus memangkas jumlah komisaris demi efisiensi.

Langkah ini diambil setelah Prabowo menemukan fakta yang dianggapnya janggal dan merugikan negara. Ia menilai, istilah “tantiem” yang digunakan dalam aturan BUMN hanyalah akal-akalan agar publik tidak memahami maknanya.


“Dan saya hilangkan tantiem. Saya pun tidak mengerti apa arti tantiem itu, itu akal-akalan mereka saja. Dia memilih istilah asing supaya kita tidak mengerti apa itu tantiem!” tegasnya saat menyampaikan Rancangan APBN 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat, 15 Agustus 2025. 

Prabowo bahkan mengungkap adanya praktik di masa lalu di mana seorang komisaris yang hanya rapat sebulan sekali tetap mendapatkan tantiem hingga Rp 40 miliar per tahun.

“Masa ada komisaris yang rapat sebulan sekali, tantiem-nya Rp 40 miliar setahun. Saya juga telah perintahkan ke Danantara, direksi pun tidak perlu tantiem kalau rugi! Dan untungnya harus untung benar, jangan untung akal-akalan. Kita sudah lama jadi orang Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, bila ada pejabat BUMN yang tidak setuju dengan kebijakan ini, lebih baik mengundurkan diri.

“Dan kalau direksi itu, kalau komisaris itu keberatan, segera berhenti!” seru Prabowo, yang langsung disambut tepuk tangan dari para hadirin.

Selain soal tantiem, Prabowo menyoroti jumlah komisaris yang dinilai berlebihan di sejumlah BUMN yang justru merugi. Untuk itu, ia memerintahkan Badan Pengelola Investasi Danantara merombak susunan dewan komisaris.

"Tadinya pengelolaannya secara tidak masuk akal, perusahaan rugi komisarisnya banyak banget. Saya potong setengah komisaris. Paling banyak enam orang. Kalau bisa cukup empat atau lima,” kata Prabowo.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya