Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Sri Mulyani Beri Jatah Rp164,4 Triliun untuk Ketahanan Pangan Tahun Depan

JUMAT, 15 AGUSTUS 2025 | 20:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anggaran ketahanan pangan dipatok menjadi Rp164,4 triliun pada 2026 mendatang. Angka ini melonjak dari APBN 205 yang hanya Rp139.4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani merinci anggaran tersebut antara lain untuk penguatan produksi Rp114,1 triliun yang akan digunakan untuk subsidi pupuk 9,62 juta ton sebesar Rp46,9 triliun, cetak sawah baru dan optimasi 550 ribu hektare lahan sebesar Rp19,7 triliun.

Selain itu, pengadaan alat mesin pertanian pra panen tanaman pangan 37 ribu unit, bantuan 15 unit dan irigasi untuk 104 hektare lahan sawah sebesar Rp12 triliun.


"Kemudian pengembangan kawasan padi 2,1 juta hektar, bantuan benih, indukan 63,4 juta ekor dan alat penangkapan ikan 70 unit," kata Sri Mulyani di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Selanjutnya anggaran juga diberikan untuk Kampung Nelayan Merah Putih dengan target 250 kampung dan pergaraman nasional 1.000 hektare sebesar Rp6,6 triliun, serta DAK dan Dana Desa Ketahanan Pangan Rp12,2 triliun.

Sementara untuk distribusi dan cadangan pangan dipatok sebesar Rp29,9 triliun di antaranya untuk jalan usaha tani 103 Km, Sarpras di Pelabuhan Perikanan, dan program cadangan pangan melalui Bulog untuk beras dan gabah 3 juta ton sebesar Rp22,7 triliun.

Bukan hanya itu, terdapat anggaran konsumsi sebesar Rp6,4 triliun yang diperuntukkan untuk bantuan kerawanan pangan 64,8 ribu orang, gerakan pangan murah 39 kelompok masyarakat, serta stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebesar Rp 5,8 triliun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya