Berita

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Bisnis

Pemda Jangan Cuma Andalkan PBB

JUMAT, 15 AGUSTUS 2025 | 10:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, menyoroti langkah sejumlah pemerintah daerah (Pemda) yang mengandalkan kenaikan pajak, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), sebagai cara instan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Menurutnya, langkah tersebut memang mudah dilakukan, namun berpotensi memicu gelombang protes yang lebih besar di banyak wilayah.

“Pemda-pemda berusaha meningkatkan PAD dengan cara yang paling gampang, nggak perlu orang pintar. Menaikkan pajak saya kira itu akan menimbulkan persoalan di banyak daerah,” ujar Deddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat, 15 Agustus 2025.


Ia mencontohkan, fenomena serupa tidak hanya terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tetapi juga di berbagai daerah lain yang mencoba mendongkrak PAD lewat kenaikan PBB-P2 mencapai 1.000 persen.

Deddy menilai, Pemda seharusnya mencari terobosan kreatif untuk menambah pendapatan, bukan sekadar membebani masyarakat dengan tarif pajak yang lebih tinggi.

“Pemerintah daerah harus lebih hati-hati dan menggunakan inovasi untuk meningkatkan pendapatan daerah, apalagi dengan efisiensi dari pemerintah pusat. Belanja yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan operasional harus dipangkas,” tegasnya.

Politikus PDIP itu mengingatkan, potensi pemangkasan transfer dari pusat ke daerah pada tahun mendatang bisa semakin memperburuk kondisi keuangan daerah jika kebijakan fiskal tidak dikelola secara cermat.

Terkait batas ideal kenaikan pajak, Deddy menekankan pentingnya mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

“Pajak itu kan sebenarnya digunakan supaya pelayanan publik bisa jalan. Tetapi di sisi lain untuk mendapatkan pajak perlu ekonomi bergerak tentu tidak bisa dengan pajak yang sangat tinggi tanpa ada stimulus yang lain-lain gitux Jadi ini harus hati-hati,” tandasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya