Berita

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda (Foto:RMOL/RAiza Andini)

Politik

Belajar dari Peristiwa Pati, Pejabat Perlu Menahan Diri Terkait Kebijakan Sensitif

KAMIS, 14 AGUSTUS 2025 | 12:09 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

RMOL. Peristiwa yang terjadi di Pati yang menuntut Bupati Sudewo untuk turun dari jabatannya dapat dilihat dari berbagai perspektif.

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memandang, pejabat publik perlu menahan emosi kepada rakyatnya terutama menyangkut kebijakan yang sensitif.

“Menurut pandangan saya memang pada akhirnya pejabat publik dituntut untuk mampu banyak menahan diri terkait dengan hal-hal yang sangat sensitif terhadap rakyat,” kata Rifqinizamy kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 14 Agustus 2025.


Legislator dari Fraksi Nasdem ini mengatakan peristiwa di Pati harus menjadi bahan hikmah bagi seluruh pejabat publik.

“Kasus di Pati ini adalah hikmah dan pelajaran bagi kita bersama, untuk melihat bagaimana hubungan antara kepala daerah dengan rakyat, terutama itu sesungguhnya tidak boleh berjarak dan aksi-aksi demonstrasi dan seterusnya,” katanya.

Ia menambahkan, demonstrasi massa di Pati merupakan cara rakyat dalam menyampaikan aspirasinya yang harus diterima dengan baik oleh kepala daerah.

“Itukan adalah luapan dari cara rakyat karena dia tidak bisa menyampaikan melalui institusi-institusi yang normal, kanalisasi pendapat yang normal,” tutupnya. 

Puluhan ribu orang melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di alun-alun Pati, pada Rabu 13 Agustus 2025, setelah sebelumnya menyatakan penolakan terhadap kebijakan Sudewo.

Kebijakan Sudewo yang menaikkan PBB-P2 sebesar 250 persen membuat masyarakat mengamuk. Belakangan, kebijakan itu akhirnya dibatalkan. Bahkan, Sudewo sudah meminta maaf. Namun, massa tetap menggelar demonstrasi dan menuntutnya mundur. 

Aksi demo sempat diwarnai kericuhan. Hingga polisi harus menembakan gas air mata dan melakukan penyemprotan water cannon untuk membuat massa terpencar.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya