Berita

Emas (Foto: Artificial Intelegence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Berkilau Dipoles Pelemahan Dolar AS

KAMIS, 14 AGUSTUS 2025 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia di pasar spot New York menguat didorong oleh penurunan Dolar Amerika Serikat (AS). 

Indeks Dolar (DXY) mencapai level terendah dalam lebih dari dua minggu, membuat logam kuning lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Sementara imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun yang sedikit menurun juga dapat mempengaruhi Harga emas.

Data inflasi Amerika yang lemah pada Juli, akibat tarif Presiden Donald Trump,  memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Pasar memperkirakan peluang 97 persen untuk pemangkasan suku bunga pada September. 


Harga emas spot naik 0,3 persen menjadi 3.355,58 Dolar AS per ons pada perdagangan Rabu 13 Agustus 2025 Waktu  setempat, sementara emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup meningkat 0,3 persen menjadi 3.408,3 Dolar AS

Investor sekarang menantikan indikator AS lainnya pekan ini, termasuk indeks harga produsen (PPI), klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel.

"Jika emas menembus resistance baru-baru ini di sekitar 3.400 Dolar AS, kemungkinan besar hal itu akan lebih didorong oleh perkembangan geopolitik daripada data ekonomi," ujar Fawad Razaqzada, analis City Index dan FOREX.com, dikutip dari Reuters.

Emas, yang merupakan aset perlindungan tradisional di masa-masa ekonomi atau geopolitik yang sulit, cenderung diuntungkan oleh suku bunga rendah.

Harga logam lainnya juga ikut menguat. 

Perak spot naik 1,6 persen menjadi 38,50 Dolar AS per ons. Platinum menguat 0,3 persen menjadi 1.339,75 Dolar AS. Sedangkan paladium menguat 0,5 persen menjadi 1.135,23 Dolar AS.  

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya