Berita

Bupati Sudewo dan Keluarga Saat Nyoblos di TPS. (Foto: RMOLJateng)

Politik

Arogansi Sudewo Bikin Masyarakat Pati Marah

RABU, 13 AGUSTUS 2025 | 17:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hal yang wajar jika masyarakat Pati meminta Bupati Sudewo untuk dipecat dari jabatannya lantaran terlalu arogan ketika mendapatkan kritik soal PBB 250 persen.

Analis politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menuturkan biang kerok amarah masyarakat Pati adalah kebijakan Sudewo yang menaikkan pajak di tengah kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja. 

“Tentu saja kebijakan menaikkan pajak 200 persen lebih itu tentu akan menimbulkan kemarahan publik. Nah masih ingat ketika Prabowo, pemerintah mau menaikkan pajak 12 persen itu kan juga menimbulkan kemarahan publik,” kata Karyono Wibowo di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR, Senayan, Rabu, 13 Agustus 2025.


Sikap Sudewo yang arogan tersebut, kata Karyono Wibowo membuat menyulut kemarahan publik. Meskipun kebijakan tersebut telah dibatalkan, namun tetap saja amarah masyarakat tak bisa diredam.

“Nah justru inilah yang menyulut kemarahan. Akhirnya tuntutannya tidak hanya sekedar menolak kenaikan pajak, akhirnya meningkat. Tuntutannya adalah untuk menurunkan Bupati Pati,” jelasnya.

Terlebih, dalam demonstrasi hari ini di Pati banyak terdapat korban luka-luka. Hal itu semakin membakar emosi masyarakat yang mendorong Sudewo dilengserkan.

“Ya dia layak untuk diturunkan. Nah konflik ini bisa berkepanjangan apalagi ada yang luka-luka. Ini akan semakin menjadi pemicu kemarahan yang lebih besar lagi. Ini berbahaya,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya