Berita

Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (Foto: Instagram Pemkot Padangsidimpuan)

Hukum

Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Diperiksa Kasus Suap Proyek Jalan Sumut

RABU, 13 AGUSTUS 2025 | 13:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe dipanggil tim penyidik KPK kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPPN Padangsidimpuan hari ini," kata Jurubicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2025.

Selain Dalimunthe, KPK juga memeriksa mantan Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution beserta 16 orang lainnya sebagai saksi.


Mereka adalah Komisaris PT Dalihan Natolu Group, Taufik Hidayat Lubis; Bendahara PT Dalihan Natolu Grup, Mariam; pegawai PT Dalihan Natolu Grup, Anggi Harahap.

Direktur PT Taufik Prima Duta Putra, Rinaldi Lubis; Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemkot Padangsidimpuan, Siti Humairo Hasibuan; Bendahara Dinas PUTR Pemkot Padangsidimpuan, Muhammad Harris alias Acong; staf di Bidang Bina Marga, Sandi; karyawan PT DNG, Leman.

Kemudian PNS atas nama Zulkifli Lubis alias Mamak Utom dan Addi Mawardi Harahap; Kabid/PPK di Dinas PUPR Kabupaten Padang Lawas Utara, Ikhsan Harahap; Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Padang Lawas Utara, Hendrik Gunawan Harahap.

Kepala Bagian PBJ Kabupaten Padang Lawas Utara, Asnawi Harahap; Kepala Dinas PUPR Kabupaten Padang Lawas Utara 2021-2024, Ramlan; Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Selatan, Fachri Ananda Harahap; dan Kepala Bidang Bina Marga II Dinas PUPR Tapanuli Selatan, Oskar Hendra Daulay.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 5 dari 7 orang yang terjaring OTT pada Kamis 26 Juni 2025 sebagai tersangka. Mereka adalah Kadis PUPR Pemprov Sumut, Topan Obaja Putra Ginting; Kepala UPTD Gn Tua Dinas PUPR Pemprov Sumut merangkap PPK, Rasuli Efendi Siregar.

Selanjutnya, PPK Satker PJN Wilayah I Provinsi Sumut, Heliyanto; Dirut PT Dalihan Natolu Grup, M Akhirun Efendi Siregar; dan Direktur PT Rona Na Mora, M Rayhan Dulasmi Pilang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya