Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Pasar Tunggu Laporan EIA, Harga Minyak Tergelincir

RABU, 13 AGUSTUS 2025 | 09:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia turun pada penutupan perdagangan Selasa, 12 Agustus 2025. 

Penurunan ini terjadi karena para pedagang menunggu laporan persediaan minyak dari Badan Informasi Energi (EIA) Amerika Serikat, sambil memprediksi turunnya permintaan saat musim panas di AS berakhir awal September mendatang.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup di 66,12 Dolar AS per barel, turun 51 sen atau 0,77 persen. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir di 63,17 Dolar AS, turun 79 sen atau 1,24 persen.


Menurut John Kilduff dari Again Capital, penurunan ini wajar karena faktor musiman. 

"Kami tidak mendapatkan dorongan apa pun dari pasar saham, padahal laporan inflasi positif dan menunjukkan adanya penurunan suku bunga," ujarnya.

Di sisi lain, inflasi konsumen AS pada Juli naik, dipicu kenaikan biaya impor akibat tarif baru. Kenaikan ini menjadi yang terbesar dalam enam bulan terakhir untuk ukuran inflasi inti.

Kilduff menyebut permintaan solar, yang sebelumnya mendorong kebutuhan minyak, mulai melemah. Data persediaan dari American Petroleum Institute (API) dan EIA yang dirilis Selasa dan Rabu diperkirakan akan menunjukkan tanda-tanda penurunan permintaan.

Laporan terbaru OPEC dan EIA memperkirakan produksi minyak global akan naik tahun ini. Namun, pada 2026, produksi minyak AS diperkirakan turun, sementara negara lain akan meningkatkan produksinya.

OPEC memproyeksikan permintaan minyak dunia pada 2026 naik 1,38 juta barel per hari, lebih tinggi 100.000 barel dari perkiraan sebelumnya. Untuk tahun 2025, proyeksi permintaan tidak berubah.

EIA memperkirakan produksi minyak mentah AS pada 2025 mencapai rekor 13,41 juta barel per hari berkat peningkatan produktivitas sumur. Namun, harga minyak yang lebih rendah diperkirakan membuat produksi turun pada 2026.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya