Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Pasar Sambut Jeda Tarif Trump untuk China, Pasar Eropa Bergembira

RABU, 13 AGUSTUS 2025 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa berakhir positif yang didorong oleh optimisme pemangkasan suku bunga serta jeda tarif Amerika Serikat (AS) terhadap China. 

Investor merasa lega setelah Presiden Donald Trump menunda tarif untuk China selama 90 hari atas barang-barang satu sama lain hingga 10 November.

Pasar juga akan memantau pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat mendatang mengenai perang Ukraina. Trump mengatakan bahwa Kyiv dan Moskow harus menyerahkan tanah untuk mengakhiri perang. 


Pernyataan Trump mengundang reaksi pemimpin Eropa. Mereka khawatir Trump akan mendikte persyaratan perdamaian yang tidak menguntungkan Kyiv.

Dikutip dari Reuters, indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,21 persen atau 1,13 poin menjadi 547,89 pada penutupan perdagangan Selasa 12 Agustus 2025 Waktu Eropa atau Rabu pagi WIB.

Sebagian besar sektor di indeks acuan STOXX 600 menguat, dipimpin oleh saham energi dengan lonjakan 1,5 persen. 

Saham teknologi merosot 2,1 persen ke level terendah sejak awal Mei. Saham perangkat lunak khususnya turun tajam di tengah kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan dapat melemahkan segmen teknologi ini.

Indeks DAX Jerman turun 0,23 persen atau 56,56 poin menjadi 24.024,78, FTSE 100 Inggris menguat 0,20 persen atau 18,10 poin menjadi 9.147,81. Sedangkan CAC Prancis meningkat 0,71 persen atau 54,90 poin menjadi 7.753,42.

Saham Spirax Group terbang 13 persen untuk mencatat hari terbaiknya sejak Maret 1983, setelah kinerja semester pertama grup manufaktur Inggris tersebut melampaui ekspektasi.

Laporan keuangan di Eropa sejauh ini cukup tangguh, sebagian karena kesepakatan tarif UE-AS baru-baru ini meredakan kekhawatiran tentang bagaimana pungutan Trump dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya