Berita

Jumlah sambungan rumah naik lebih dari dua kali lipat pasca pengelolaan diambil alih PAM Jaya. (Foto: PAM Jaya)

Bisnis

Sambungan Rumah PAM Jaya Naik Dua Kali Lipat Pasca Lepas dari Mitra Swasta

RABU, 13 AGUSTUS 2025 | 01:44 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sejak PAM Jaya mengambil alih penuh pengelolaan layanan air minum perpipaan dari dua bekas mitra swasta, pada Februari 2023, kinerja perusahaan menunjukkan peningkatan tajam.

Perubahan orientasi menjadi layanan  publik murni membawa dampak besar sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2022 tentang penugasan kepada PAM Jaya untuk melakukan percepatan peningkatan cakupan layanan air minum perpipaan di DKI Jakarta. 

"PAM Jaya terus berkomitmen memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan dan mewujudkan target 100 persen cakupan air minum perpipaan di Jakarta pada 2029," kata Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin dalam keterangannya, Selasa 12 Agustus 2025.


Berdasarkan data internal, sebelum pengelolaan 100 persen oleh PAM JAYA (2021-2022), penambahan Sambungan Rumah (SR) yang terpasang hanya 37.003 SR selama dua tahun, dengan persentase cakupan layanan tercatat 65,85 per Oktober 2022. 

Sejak pengelolaan air perpipaan diambil alih penuh pada 2023, PAM Jaya mencatat penambahan 13.641 SR yang menjadi pijakan awal untuk lonjakan besar pada tahun-tahun berikutnya. Hanya setahun kemudian, capaian penambahan tersebut melejit menjadi 46.196 SR di 2024, dan bertambah lagi 35.862 SR hanya dalam enam bulan pertama 2025.

Totalnya, sejak 2023 hingga pertengahan 2025, PAM Jaya berhasil menambah 95.699 SR yang berarti lebih dari dua setengah kali lipat dibanding capaian dua tahun sebelum pengambilalihan. 

Peningkatan ini juga dibarengi oleh penguatan infrastruktur. Panjang jaringan pipa distribusi bertambah dari 12.120 km di tahun 2022 menjadi 12.600 km per Juni 2025, memperluas jangkauan ke wilayah-wilayah baru. 

Kapasitas produksi air dari seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) juga meningkat dari 20.757 liter per detik (lps) menjadi 22.651 lps, memperkuat pasokan dan pemerataan distribusi air minum perpipaan di  seluruh Jakarta.

Hingga Juni 2025, cakupan layanan air minum perpipaan PAM JAYA telah mencapai  72,69 persen dan mencakup sebagian besar wilayah di Jakarta. Selama periode 2024?"2025, PAM Jaya terus memperluas cakupan layanan dengan menjangkau wilayah-wilayah baru di Jakarta.

Di Jakarta Timur, penambahan wilayah mencakup 34 kelurahan  seperti Ujung Menteng, Cakung Barat, Pondok Kopi, Klender, hingga Rawa Terate. Di  Jakarta Utara, layanan meluas ke 23 kelurahan antara lain Marunda, Cilincing, Kelapa  Gading Barat, Tugu Utara, dan Pademangan Timur. 

Sementara itu, di Jakarta Selatan  penambahan mencakup Kelurahan Bintaro dan Pesanggrahan, serta di Jakarta Pusat menjangkau Kelurahan Kebon Kosong. Perluasan ini menjadi langkah strategis untuk  mempercepat pemerataan akses air minum perpipaan di seluruh wilayah Jakarta. 

Pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen PAM Jaya untuk mewujudkan 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan di DKI Jakarta pada tahun 2029, sebagaimana  amanat yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta.




Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya