Berita

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese/Net

Global

PM Albanese Tuding Netanyahu Abaikan Penderitaan Rakyat Gaza

SELASA, 12 AGUSTUS 2025 | 16:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu abai terhadap penderitaan rakyat Gaza, di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.

Pernyataan itu disampaikan Albanese sehari setelah mengumumkan keputusan Australia untuk mengakui negara Palestina pada pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan September mendatang. 

Menurutnya, rasa frustrasi terhadap kebijakan pemerintah Israel di Gaza menjadi salah satu faktor pendorong keputusan tersebut.


“(Netanyahu) kembali menegaskan kepada saya apa yang telah ia katakan secara terbuka, yaitu mengabaikan konsekuensi yang terjadi pada orang-orang yang tidak bersalah,” ujar Albanese dalam wawancara dengan stasiun televisi ABC, Selasa, 12 Agustus 2025.

Albanese mengungkapkan, ia telah berbicara dengan Netanyahu pekan lalu untuk menyampaikan niat Australia bergabung dengan Prancis, Kanada, dan Inggris dalam mengakui negara Palestina. 

Dalam percakapan itu, kata Albanese, Netanyahu tetap mempertahankan pandangan bahwa peningkatan aksi militer di Gaza akan membawa hasil yang berbeda, meski perang sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 61.500 warga Palestina.

“Bahwa jika kita melakukan lebih banyak aksi militer di Gaza, entah bagaimana itu akan menghasilkan hasil yang berbeda,” kata Albanese, mengulang pernyataan Netanyahu.

Albanese menilai langkah pengakuan negara Palestina adalah bagian dari upaya global terkoordinasi untuk mewujudkan solusi dua negara. 

“Risiko untuk mencoba tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bahaya membiarkan momen ini berlalu begitu saja,” ucapnya.

Keputusan Australia tersebut diambil di tengah perubahan signifikan opini publik di negeri Kanguru. 

Puluhan ribu demonstran bulan ini memadati Jembatan Pelabuhan Sydney, menuntut agar bantuan kemanusiaan segera diizinkan masuk ke Gaza.

Jessica Genauer, dosen senior hubungan internasional di Universitas Flinders, menilai kebijakan ini selaras dengan aspirasi mayoritas warga Australia. 

“Keputusan ini didorong oleh sentimen publik di Australia, yang telah bergeser dalam beberapa bulan terakhir, dengan mayoritas warga Australia menginginkan krisis kemanusiaan di Gaza segera berakhir,” ujarnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya