Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Aturan Royalti Musik Harus Disesuaikan Kondisi Ekonomi

SELASA, 12 AGUSTUS 2025 | 12:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, menyoroti polemik pengelolaan royalti musik yang belakangan membuat resah masyarakat. 

Ia menilai persoalan ini harus diselesaikan secara benar agar tidak merugikan semua pihak.

“Untuk itu mari melihatnya dengan kepala dingin. Bukan dengan perspektif: menang-kalah,” kata Jansen lewat akun X miliknya, Selasa, 12 Agustus 2025.


Ia meminta Mahkamah Konstitusi (MK) maupun pihak-pihak yang akan membuat aturan atau norma baru terkait royalti musik agar menyusun regulasi yang tegas dan mudah dipahami.

“Jangan lagi buat aturan yang multi tafsir, multi interpretasi dan longgar. Buatlah aturan — yang orang awampun — sekali baca langsung paham," jelasnya.

Menurutnya hal ini penting agar konflik berkepanjangan ini segera berakhir. Meskipun Jansen menyadari pasti ada saja pihak-pihak yang kurang puas dengan keputusan yang dibuat.

"Mungkin tidak menyenangkan dan adil untuk semua, tapi menimbulkan kepastian,” ujarnya.

Jansen juga mengingatkan agar penyusunan norma memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. Jangan asal mengadopsi  aturan royalti seperti di negara tetangga, tapi akibatnya di sini tidak bisa maksimal dijalankan. 

"Namanya saja hak ekonomi, tentu saja terkait erat dengan keadaan ekonomi bangsa itu secara umum. Jadi buatlah aturan yang besarannya ‘rasa Indonesia’. Karena level putaran ekonomi kita masih negara berkembang, ya angkanya buatlah rasa negara berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, aturan dapat direvisi dan disesuaikan jika perekonomian Indonesia membaik di masa depan.

“Kalau dibuat rasa negara maju, jadi macan kertas nanti. Sehingga masyarakat senang dan tidak beban untuk bayar. Pelan-pelan kalau nanti ekonomi kita membaik dan meningkat, kita naikkan lagi angkanya. Aturan itu kita revisi lagi,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya