Berita

Dicky Septriadi, Corporate Secretary Pertamina NRE dalam acara Energy & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025, Bogor 9 Agustus 2025/Ist

Bisnis

Energi Baru Terbarukan Terus Tumbuh, Pertamina NRE Catat Kinerja Positif

SELASA, 12 AGUSTUS 2025 | 07:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bisnis energi baru terbarukan (EBT) Pertamina, yang dikelola oleh Pertamina New & Renewable Energy (NRE), mencatatkan kinerja positif baik dari sisi operasional maupun finansial. 

Hingga semester I-2025 Pertamina NRE mencatatkan kapasitas terpasang mencapai 2.842,10 Megawatt (MW). Sementara dari sisi jumlah produksi listrik tercatat mencapai 4.226.027 MWh. 

Realisasi ini setara sudah 55,4 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 7.483.348 MWh dengan tingkat EFOR (Equivalent Forced Outage Rate) hanya 0,12 persen. 


"Tingkat gangguan rendah, mencerminkan efisiensi manajemen risiko operasional," kata Dicky Septriadi, Corporate Secretary Pertamina NRE dalam acara Energy & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 bertema “Collaboration to Advance The ESDM Sector” di Kinasih Resort and Conference, Bogor pada akhir pekan lalu, dikutip Selasa 12 Agustus 2025. 

Dari sisi kinerja keuangan, hingga Juni Pertamina NRE sukses membukukan revenue atau pendapatan mencapai 209, 087 juta Dolar AS dengan laba tahun berjalan mencapai 52 juta Dolar AS. 

Sementara hingga Juni realisasi investasi yang digelontorkan sebesar 153,8 juta Dolar AS.

Kinerja perusahaan yang positif tidak lepas dari perkembangan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) yang terus tumbuh. Pertamina NRE kata Dicky memastikan untuk terus berekspansi di berbagai lini bisnis EBT yang kini dijalankan perusahaan.

Salah satu unit bisnis Pertamina NRE adalah mengelola aset di panas bumi. Hingga kini tercatat total kapasitas pembangkit listrik panas bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sudah mencapai 727 MW.

Dicky menyatakan ke depan kolaborasi dengan PLN untuk menggenjot pemanfaatan panas bumi akan ditingkatkan.

"Ada satu case kerja sama dengan PLN sudah ada solusi dari pemerintah di Hulu Lais uapnya sudah di mulut sumur akan diserap diproduksi listrik temen-teman pembangkit PLN. ini konsep strategi perlu didukung konsepnya," jelas Dicky.

PGE baru saja teken Head of Agreements dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) tentang Kerja Sama Pengembangan Energi Panas Bumi untuk Pembangkit Listrik. 

PGE juga melakukan Komitmen Perjanjanjian Konsorsium (consortium agreement) antara PGE dan PLN IP unit Ulubelu Bottoming dan unit Lahendong Bottoming, untuk Pengadaan Independent Power Producer (IPP) Project Cogen yang merupakan quick-win strategy untuk PGE mencapai kapasitas 1GW dalam 2 sampai 3 tahun mendatang. Komitmen ini diprioritaskan dilakukan di Ulubelu BU 30 MW dan Lahendong BU 15 MW.

Sejauh ini realisasi pengelolaan PLTS Pertamina NRE sudah mencapai 345,2 MWp dimana sebagian besar berada di wilayah operasi Pertamina, mulai dari lapangan migas seperti di Rokan, komplek kilang hingga SPBU. "Jadi kami kembangkan dulu di halaman kami sendiri," ujar Dicky.

Pertamina NRE juga melakukan ekspansi bisnis dengan mengakuisisi 20 persen saham Citicore Renewable Energy (CREC), perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) asal Filipina. 

PNRE dan CREC menyepakati framework agreement untuk pengembangan di Indonesia dan Filipina diantaranya pemgembangan proyek solar dan angin, pengadaan Battery Energy Storage (BESS), pengadaan modul panel surya serta kolaborasi penerapan carbon credit. 

"Jadi langkah ini sangat positif, sambil kita menunggu aplikasi di Indonesia kita sudah siap dulu di luar. Nantinya sangat bermanfaat  bagi perkembangan EBT di Indonesia," kata Dicky.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya