Berita

Praktisi komunikasi, Desi Natalia/Ist

Nusantara

Praktisi Komunikasi Dukung Sikap KPAI soal Blokir Gim Online

Pengawasan Orang Tua Juga Diperlukan
SENIN, 11 AGUSTUS 2025 | 22:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah agar memblokir beberapa gim online yang mengandung unsur kekerasan karena berpotensi membahayakan anak-anak. 

"Saya  mendukung sikap KPAI tersebut, tapi yang juga penting adalah mendorong orang tua untuk lebih proaktif dalam mendampingi dan mengawasi aktivitas digital anak demi memastikan mereka terlindungi dari konten yang tidak sesuai," ujar praktisi komunikasi, Desi Natalia saat diminta tanggapannya terkait sikap KPAI tersebut,  Senin, 11 Agustus 2025.

Menurutnya, tanpa pengawasan, anak-anak berisiko menganggap kekerasan sebagai hal yang normal dan dapat meniru perilaku agresif. 


Dosen Luar Biasa UIN Prof. K.H Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto ini meminta orang tua untuk memahami Gim online yang dimainkan Anak. 

"Luangkan waktu untuk mencari tahu jenis gim apa yang dimainkan anak. Pahami alur permainannya, fitur komunikasi yang ada, dan rating usia yang ditetapkan," terang dia.

Tak hanya itu, Desi juga meminta orang tua menerapkan batasan waktu bermain. Dengan kata lain, jadwal yang jelas untuk waktu bermain gim. 

"Pastikan anak tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar yang bisa mengganggu kegiatan belajar, bersosialisasi, atau waktu tidur," tegasnya.

Tak kalah penting, lanjut Desi, yaitu membangun komunikasi terbuka dengan anak. Anak diajak berdiskusi tentang pengalaman mereka saat main gim online.
 
"Tanyakan apa yang mereka sukai dan apa yang mereka temui. Dengan komunikasi yang terbuka, anak akan merasa nyaman berbagi jika menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan, seperti perundungan atau ajakan dari orang tak dikenal," urainya.

Perempuan yang juga aktif bergelut di bidang broadcasting ini mendorong orang tua menciptakan kegiatan Alternatif. 

"Sediakan beragam pilihan aktivitas di luar gim online, seperti membaca buku, berolahraga, atau melakukan hobi lain. Ini membantu anak mengembangkan minat lain dan tidak bergantung pada hiburan digital," pungkasnya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya