Berita

Pameran buku karya Chappy Hakim di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin, 11 Agustus 2025/RMOL

Nusantara

Pameran Buku Chappy Hakim: Ambisi Dirgantara Harus Dihidupkan Lagi

SENIN, 11 AGUSTUS 2025 | 16:54 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia seharusnya telah menjadi eksportir pesawat terbang terkemuka di dunia atau setidaknya di kawasan. Sayangnya, era Reformasi justru mengandaskan mimpi dirgantara Indonesia yang sempat sangat menjanjikan.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Atip Latipulhayat saat membuka pameran tunggal buku-buku kedirgantaraan karya Marsekal (Purn) Chappy Hakim di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 11 Agustus 2025. 

Prof Atip mengatakan, ruang edukasi di Indonesia masih sangat rendah. Apalagi soal dirgantara Indonesia, saat ini masih mengandalkan mitologi seperti kisah Gatotkaca dan sebagainya. 


“Padahal Indonesia sudah lebih dahulu memproduksi CN-235, lalu memproduksi N-250,” ujar Prof Atip.

CN-235 adalah pesawat penumpang sipil turboprop kelas menengah bermesin dua yang dirancang bersama antara Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) Indonesia dan Construcciones Aeronáuticas SA (CASA) Spanyol. 

Sementara N-250 adalah pesawat yang didesain dan dikerjakan insinyur-insinyur penerbangan Indonesia. Pesawat ini melakukan penerbangan uji coba pada 10 Agustus 1995 pada 10 Agustus 1915 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.

N di depan N-250 diambil dari nama Marsekal Muda Nurtanio Pringgoadisuryo yang diakui sebagai perintis industri penerbangan Indonesia yang membuat pesawat layang dengan komponen kayu pada tahun 1947 dan membuat pesawat metal pada Sikumbang pada 1950.

“Seharusnya, kita tidak menjadi pembeli pesawat, tetapi penjual pesawat,” lanjutnya.

Oleh karenanya, gagasan kedirgantaraan Indonesia dapat lebih dikembangkan. Berbagai lembaga yang ada seperti Dewan Penerbangan dan Antariksa RI (Depan RI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) dikembalikan ke fitrah sebagai ujung tombak pengembangan sektor kedirgantaraan.

Dalam pameran tersebut, Perpustakaan Nasional menampilkan kurang lebih 50 buku karya Chappy Hakim yang kini memimpin Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI). Ada pula buku-buku kedirgantaraan untuk anak karya Pusparani Hasjim, istri Chappy Hakim.

Pameran ini turut dihadiri Kepala Perpustakaan Nasional, Prof E Aminuddin Aziz; Ketua Yayasan Obor Indonesia, Kartini Nurdin; wartawan senior, Nasir Tamara; mantan Dubes RI untuk PBB, Makarim Wibisono; dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa.

“Bila suatu negara tidak memiliki perhatian serius pada isu kedirgantaraan, maka negara itu akan sulit berdiri sama tinggi dengan negara maju yang memberikan perhatian besar pada isu kedirgantaraan,” ujar Chappy.

Pameran ini akan berlangsung selama dua hari hingga Selasa, 12 Agustus 2025. Di antara buku karya Chappy Hakim yang dipamerkan berjudul “Mengenal Kekuatan Dirgantara”, “Pertahanan Indonesia”, "Keamanan Nasional dan Penerbangan”, “Quo Vadis Kedaulatan Udara Indonesia?”, “Saksofon, Kapal Induk, dan Human Error”, hingga “Warna Warni Purnabakti”.

Chappy Hakim lahir di Jogjakarta pada 1947 dan lulus dari Akademi Angkatan Udara pada tahun 1971. Dia juga pernah mengecap pendidikan militer di Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. 

Chappy Hakim tercatat pernah menjadi Komandan Skuadron C-130, Komandan Pangkalan Udara Margahayu, Komandan Wing Taruna AAU, Gubernur AAU, dan Komandan Jenderal Akademi TNI, hingga Kepala Staf TNI AU (2002-2005).

Pada tahun 2007 Chappy Hakim memimpin Tim Nasional Evaluasi Keamanan dan Keselamatan Transportasi (EKKT). Lalu di tahun 2016 dia menjadi CEO Freeport Indonesia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya