Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Harga Minyak Tiarap Gara-gara Rencana Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

SENIN, 11 AGUSTUS 2025 | 09:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali turun pada awal perdagangan Asia, Senin 11 Agustus 2025, setelah pekan lalu anjlok lebih dari 4 persen.

Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor utama, seperti tarif impor AS yang lebih tinggi untuk banyak negara, kenaikan produksi minyak dari OPEC, dan harapan bahwa AS dan Rusia akan segera mencapai gencatan senjata di Ukraina.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 0,78 persen atau 52 sen menjadi 66,07 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 58 sen menjadi 63,30 Dolar AS per barel.


Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, mengatakan bahwa selain faktor pembicaraan AS dan Rusia, pasar juga menunggu rilis data inflasi AS pada Selasa.

“Jika CPI (indeks harga konsumen) lebih rendah dari perkiraan, The Fed bisa saja menurunkan suku bunga lebih cepat dan lebih besar. Hal ini akan mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak,” ujarnya.

Tarif impor tinggi yang diberlakukan Presiden Trump mulai Kamis lalu diperkirakan akan menghambat ekonomi, memicu inflasi, dan memaksa perubahan rantai pasokan.

Akibat prospek ekonomi yang lesu, harga Brent turun 4,4 persen dalam sepekan yang berakhir Jumat lalu, sedangkan WTI anjlok 5,1 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya