Berita

Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa/Ist

Publika

Teguh untuk Meneguhkan PWI

OLEH: HENDRO SAKY*
MINGGU, 10 AGUSTUS 2025 | 16:22 WIB

INDUK organisasi profesi wartawan Indonesia, PWI sempat limbung. Dualisme kepemimpinan, saling klaim soal keabsahan, berujung pada ricuh tak berkesudahan.

Baiklah, kita tak bahas lagi soal konflik itu darimana akarnya. Namun, dikemas lewat kongres persatuan pada 30-31 Agustus 2025, ada semangat rekonsiliasi, yakni meneguhkan yang tercerai berai.

Persis, 21 Juli 2025, jam 20.18 WIB, Teguh Santosa, hubungi penulis. Lewat panggilan WhatsApp, Dosen UIN Syarif Hidayatullah itu mengatakan bahwa dirinya akan maju sebagai calon Ketua Umum PWI. “Bagaimana pendapat mu?” cecarnya tanpa memberi kesempatanku untuk berpikir.


Sontak, tentu saja aku kaget atas pertanyaan itu, mesti kabar ihwal majunya Teguh di internal Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), seperti angin mamiri, sebagai simbol kelembutan dan kerinduan yang menitipkan pesan lewat angin. Sejuknya terasa, tapi tak terlihat.

Tanpa berpikir panjang, aku pun menjawab, “Siap mendukung, Tum!” jawabku dengan mantap. Dia kemudian pun menjelaskan cita-cita, semangat dan panggilan hatinya tentang keinginannya untuk meneguhkan kembali PWI.

“PWI ini organisasi wartawan tertua. Harus kita selamatkan dan abang kau ini harus mengambil tugas-tugas penyelamatan ini,” katanya kemudian.

Ya, mengenal nama Teguh memang sudah sangat lama, tapi intensitas pertemuan dan diskusi dengan pria pendiri RMOL Network itu, baru terjalin karib sejak 2018.

Jalinan pertemanan kami pun seolah tanpa celah. Bukan tentang dia sebagai Ketua Umum JMSI dan penulis pengurus provinsi. Kami sudah seperti saudara, tak ada sekat. Dia hebat membangun hubungan. Bisa jadi, karena memang dia Dosen Hubungan Internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Teguh membangun JMSI dengan sepenuh jiwa. Tak banyak bicara, dia bekerja. Meski tak terlihat dalam tataran operasional, pria yang menulis banyak buku itu, kerap terjemahkan kerja-kerja lapangan dengan konseptual.

Meski terbilang baru, Teguh berhasil membawa perahu JMSI hingga menjadi konstituen Dewan Pers. Walau begitu, dia selalu berkata, capaian itu bukan kerja-kerja dia sendiri, semua proses yang terjadi, berkat kerja keras semua kawan-kawan daerah. 

Jadi, Ini bukan tentang keberhasil Teguh seorang, tapi ini tentang kerja sama tim, katanya saat menerima SK JMSI sebagai konstituen Dewan Pers di Bandung, Jawa Barat, di awal 2022.

Kembali soal Teguh dan PWI, dia menyambung pembicaraan, tentang cita-citanya untuk organisasi itu dan tentang semangat yang akan dilakukannya nanti jika Allah berkehendak dan kawan-kawan mempercayainya.

Lebih dari 15 menit kami bercerita dan berdiskusi. Meski tak menatap gestur dan wajahnya, tapi dari intonasi suaranya, aku bisa memastikan ada semangat dan keikhlasan dari tiap lontaran kata-katanya.

Ya, Teguh bukan malaikat. Dia sosok manusia biasa, sama seperti kita semua. Profesinya wartawan. Pernah turun meliput perang di Afghanistan. Tapi, sejak mengenal dia, satu hal yang mungkin menurutku dia hebat, yakni tentang integritas profesi.

Baginya, integritas tak bisa ditawar, dinego, ataupun dijual. Dia teguh memegang prinsip itu, bukan karena kesamaan namanya Teguh, tapi lebih dari 8 tahun berinteraksinya dengannya, nilai-nilai itu kerap tercermin dalam kerja-kerja bersamanya.

Harapan itulah yang kemudian coba aku sematkan pada diri Teguh di Kongres PWI nanti. Memang, penulis tak punya hak suara atau kuasa memaksa para pemilih untuk memilihnya. Namun, jangan lupa, selalu ada doa yang masih bisa kita munajatkan pada sang kuasa. Penguasa langit dan bumi dan pemilik hati manusia.

Sungguh, Allah maha membolak-balikkan hati. Dari ujung Sumatera, bersimpuh dan berdoa, agar Teguh, di Kongres PWI mendatang, ditakdirkan untuk bisa kembali meneguhkan PWI yang sempat tercerai-berai.

*Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya