Berita

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan/Reuters

Dunia

Armenia dan Azerbaijan Sepakat Berdamai Berkat AS

MINGGU, 10 AGUSTUS 2025 | 01:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Azerbaijan dan Armenia akhirnya menandatangani perjanjian damai yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dalam pertemuan dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Jumat, 8 Agustus 2025.

Kesepakatan ini diharapkan membuka jalan bagi normalisasi penuh hubungan kedua negara setelah konflik berkepanjangan selama puluhan tahun.

Dalam pernyataannya Trump memuji momen tersebut sebagai pencapaian besar selama puluhan tahun.


“Sudah lama 35 tahun mereka berjuang dan sekarang mereka berteman, dan mereka akan berteman untuk waktu yang lama,” ujar Trump di hadapan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan.

Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu 10 Agustus 2025, Trump menyebut kesepakatan itu mencakup komitmen penghentian pertempuran, pembukaan hubungan diplomatik, dan saling menghormati integritas teritorial. 

Perjanjian juga memberi AS hak pengembangan eksklusif atas koridor transit strategis di Kaukasus Selatan yang disebut Gedung Putih akan mempermudah ekspor energi dan sumber daya lainnya.

Selain itu, AS menandatangani kesepakatan terpisah dengan masing-masing negara untuk memperluas kerja sama di bidang energi, perdagangan, dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan. 

Detail perjanjian belum diungkap, namun Trump memastikan pembatasan kerja sama pertahanan AS–Azerbaijan telah dicabut, langkah yang dinilai dapat memicu kekhawatiran Rusia.

Sebelumnya konflik kedua negara ini bermula pada akhir 1980-an, ketika wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh, bagian dari Azerbaijan namun mayoritas penduduknya etnis Armenia memisahkan diri dengan dukungan Armenia. 

Pada 2023, Azerbaijan merebut kembali kendali penuh wilayah tersebut, memicu eksodus hampir seluruh 100 ribu etnis Armenia ke Armenia.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya