Berita

Donald Trump, pacarnya saat itu Melania Knauss, Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell dalam foto dari tahun 2000/Associated Press

Dunia

Babak Baru Skandal Kasus Epstein, Trump jadi Sorotan

SABTU, 09 AGUSTUS 2025 | 12:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok advokasi Democracy Forward menggugat Departemen Kehakiman (DOJ) dan FBI terkait penanganan investigasi kasus perdagangan seks yang melibatkan Jeffrey Epstein.

Mereka meminta semua komunikasi pejabat tinggi pemerintah terkait dokumen Epstein, termasuk yang berhubungan dengan Donald Trump, dibuka ke publik. 

Gugatan ini diajukan di pengadilan federal Washington dan disebut sebagai yang pertama dari jenisnya.


Menurut presiden Democracy Forward, Skye Perryman, pihaknya sudah mengajukan permintaan dokumen lewat Undang-Undang Kebebasan Informasi sejak akhir Juli, tapi belum dipenuhi. 

“Pengadilan harus segera turun tangan agar publik mendapatkan informasi penting soal kasus luar biasa ini,” ujarnya, dikutip dari 9News, Sabtu (9/8/2025).

Pemerintah federal AS memang sering menahan publikasi dokumen terkait investigasi kriminal. 

Democracy Forward sendiri sudah puluhan kali menggugat pemerintahan Trump di masa lalu, terutama soal kebijakan pendidikan, imigrasi, dan kesehatan.

Kasus Epstein kembali ramai setelah DOJ bulan lalu memutuskan tidak merilis dokumen tambahan, meski sebelumnya Jaksa Agung Pam Bondi menjanjikan sebaliknya. Keputusan ini memicu kemarahan sebagian publik, termasuk detektif daring dan penganut teori konspirasi yang menduga ada upaya menutup-nutupi.

Trump pernah berusaha membuka segel transkrip sidang dewan juri agung terkait kasus ini, tapi ditolak hakim federal di Florida karena tidak memenuhi syarat hukum untuk dipublikasikan. Permintaan serupa masih tertunda di New York.

Komite Pengawasan DPR AS juga memanggil DOJ untuk menyerahkan dokumen penyelidikan, yang diyakini bisa mengungkap dugaan hubungan Epstein dengan Trump dan pejabat tinggi lain.

Epstein ditemukan tewas pada 2019 di sel penjara New York, saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks. Sejak itu, beredar berbagai spekulasi tentang siapa saja yang mengetahui pelecehan seksual terhadap para gadis remaja yang dilakukannya.

Trump membantah mengetahui kejahatan Epstein dan mengaku telah memutus hubungan sejak lama. 

Ia juga berulang kali mencoba mengecilkan keputusan DOJ yang tidak merilis laporan lengkap investigasi tersebut. Namun, anggota parlemen dari kedua partai besar AS menegaskan kasus ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya