Berita

Logo Bawaslu/Net

Politik

Bawaslu Didesak Usut Dugaan Keterlibatan Pj Gubernur dan Bupati Biak di PSU Papua

SABTU, 09 AGUSTUS 2025 | 11:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Koordinator Pemantau Pilkada Papua Lokataru Foundation, Hasnu Ibrahim, mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan pejabat daerah dalam pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Papua.

Dugaan pelanggaran netralitas para pejabat di wilayah Papua, ditemukan pihaknya dari hasil pemantauan lapangan.

Ia pun mendesak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) agar segera mengusut dugaan tersebut.


Menurutnya, Bawaslu adalah lembaga yang bertanggung jawab dalam hal pengawasan agar pelaksanaan PSU Pilgub Papua dapat dipastikan berjalan fair. 

"Kami mendesak Bawaslu Papua dan Bawaslu RI agar mengusut dugaan keterlibatan Pj (penjabat) Gubernur Papua," ujar Hasnu kepada RMOL, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Selain Pj. Gubernur Papua Agus Fatoni, Hasnu mengungkapkan temuan Lokataru Foundation lainnya mengenai keterlibatan kepala daerah tingkat kabupaten/kota dalam PSU Pilgub Papua.

"Dan Bupati Biak Numfor serta beberapa kepala daerah lainnya yang diduga terlibat dalam memenangkan pasangan calon tertentu dalam Pilkada Papua," sambungnya memaparkan.

Lebih lanjut, Hasnu berharap dugaan-dugaan pelanggaran dalam PSU Pilgub Papua dapat diusut tuntas oleh Bawaslu, dan tidak dibiarkan yang potensi berujung pada gugatan Perselisiha. Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) lagi di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Karena Lokataru Foundation mengungkap dugaan keterlibatan Pj Gubernur dan pejabat lokal, hingga adanya intimidasi terhadap kepala kampung menjelang PSU Pilkada Papua," demikian Hasnu menambahkan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Noel Pede Didampingi Munarman

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:17

Arief Hidayat Akui Gagal Jaga Marwah MK di Perkara Nomor 90, Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:13

Ronaldo Masuki Usia 41: Gaji Triliunan dan Saham Klub Jadi Kado Spesial

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08

Ngecas Handphone di Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah Pensiunan PNS

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00

Pegawai MBG Jadi PPPK Berpotensi Lukai Rasa Keadilan Guru Honorer

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:51

Pansus DPRD akan Awasi Penyerahan Fasos-Fasum

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:32

Dubes Sudan Ceritakan Hubungan Istimewa dengan Indonesia dan Kudeta 2023 yang Didukung Negara Asing

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27

Mulyono, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20

Aktivis Guntur 49 Pandapotan Lubis Meninggal Dunia

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:08

Liciknya Netanyahu

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:06

Selengkapnya