Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Dolar AS Perkasa Sambut Kabar Waller jadi Kandidat The Fed

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 09:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York berakhir menguat setelah  Bloomberg News  melaporkan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller muncul sebagai kandidat utama untuk menjabat sebagai kepala bank sentral di antara tim Presiden Donald Trump.

Waller telah bertemu dengan tim Trump. Pencalonan Waller merupakan kabar  baik, menurut analis. Waller sangat dihormati di pasar keuangan dan kalangan bank sentral, dan penunjukannya akan berdampak positif bagi Dolar AS. 

Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang termasuk Yen dan Euro, terakhir naik 0,18 persen menjadi 98,36. 


Versus Yen, Dolar AS menguat 0,1 persen menjadi 147,49.

Poundsterling naik setelah sejumlah pembuat kebijakan di Bank of England memilih untuk mempertahankan suku bunga, meski bank sentral Inggris tersebut memangkas suku bunga 25 basis poin seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Empat dari sembilan perumus kebijakan BoE--yang khawatir dengan inflasi yang tinggi--berusaha mempertahankan biaya pinjaman, menunjukkan bahwa serangkaian pemotongan suku bunga mungkin akan segera berakhir.

Keputusan itu "sedikit lebih hawkish daripada yang diperkirakan pasar," kata Sarah Ying, Head of FX Strategy CIBC Capital Markets di Toronto.

Poundsterling Inggris terakhir menguat 0,41 persen menjadi 1,341 Dolar AS.

Euro melemah 0,27 persen menjadi 1,1627 Dolar AS. 

Trader meningkatkan spekulasi the Fed akan memangkas suku bunga pada September setelah laporan ketenagakerjaan Juli, Jumat, menunjukkan penambahan lapangan kerja yang lebih sedikit dari perkiraan. Sementara itu, prospek inflasi jangka panjang warga Amerika memburuk pada Juli meski rumah tangga meningkatkan pandangan mereka tentang kondisi keuangan masing-masing saat ini dan di masa mendatang, menurut data yang dirilis the Fed New York.

Terhadap Franc Swiss, Dolar AS menguat 0,16 persen menjadi 0,808. 

Perundingan Presiden Swiss Karin Keller-Sutter terkait tarif tidak berhasil. Ia kembali dari Washington dengan tangan kosong. AS tetap mengenakan tarif 39 persen atas ekspor Swiss ke Amerika.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya