Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Nama Christopher Waller Muncul sebagai Kandidat Ketua The Fed

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) terus mencari calon ketua bank sentral.  

Juru bicara Gedung Putih Kush Desai mengatakan, "Presiden Donald Trump akan terus mencalonkan individu yang paling kompeten dan berpengalaman untuk memenuhi janjinya untuk Membuat Amerika Kembali Kaya," katanya.

Dikutip dari Bloomberg, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi ketua bank sentral berikutnya. Waller bahkan telah bertemu dengan anggota tim Presiden Donald Trump. 


Waller, seorang ekonom bergelar PhD yang pidato pertamanya setelah menjadi gubernur Fed adalah tentang independensi Fed, dapat meredakan kekhawatiran tersebut.

Waller menginginkan penurunan suku bunga pada pertemuan Fed Juli lalu. Ia Bersama dengan Wakil Ketua Fed yang ditunjuk Trump, Michelle Bowman, tidak setuju ketika mayoritas memutuskan untuk tidak mengubah biaya pinjaman jangka pendek.

Meskipun Trump telah menyerukan suku bunga yang lebih rendah untuk mengurangi biaya pinjaman pemerintah, Waller membangun argumennya untuk suku bunga yang lebih rendah yang menurutnya tarif tidak akan mendorong inflasi. 

Ia menolak gagasan bahwa penetapan suku bunga seharusnya ada hubungannya dengan upaya untuk membuat pembiayaan lebih murah bagi Departemen Keuangan AS.

Waller sangat dihormati di pasar keuangan dan kalangan bank sentral, dan penunjukannya akan berdampak positif bagi Dolar AS. 

Trump sendiri telah berulang kali mengkritik Ketua The Fed Jerome Powell karena tidak memangkas suku bunga, dan meskipun ia telah menarik kembali ancaman untuk mencoba menggulingkan Powell sebelum masa jabatannya berakhir. 

Pilihan Trump akan diteliti secara ketat terkait kemampuannya dalam menjalankan kebijakan moneter tanpa menyerah pada tekanan politik, sebuah kualitas yang menurut para ekonom merupakan fondasi kemampuan bank sentral mana pun dalam melawan inflasi dan yang menopang stabilitas keuangan ekonomi AS.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya