Berita

Presiden Prabowo Subianto di acara KSTI 2025, ITB, Bandung, Kamis, 7 Agustus 2025/RMOL

Politik

Terungkap Alasan Prabowo Beri Arahan Tertutup di Konvensi Sains dan Teknologi ITB

KAMIS, 07 AGUSTUS 2025 | 13:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan tertutup dalam acara pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Kamis pagi, 7 Agustus 2025.

Kehadiran Prabowo disambut antusias para peserta dan tamu undangan yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari peneliti, akademisi, mahasiswa, hingga pimpinan lembaga negara. 

Presiden tiba sekitar pukul 09.30 WIB didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.


Turut hadir pula para menteri dari Kabinet Merah Putih seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Mendikti Bidang Sains dan Teknologi Stella Christie, serta Menkomdig Meutia Hafiz.

Setelah sesi pembukaan dan laporan kegiatan oleh Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Prabowo naik ke podium untuk memberikan sambutan. 

Namun, berbeda dari biasanya, arahan Presiden kepada para ilmuwan dan akademisi dilakukan secara tertutup, tanpa liputan media.

Saat ditanya oleh wartawan dalam konferensi pers usai acara, Prabowo menjelaskan alasannya memilih format tertutup.

“Biar lebih bebas gitu ya,” ujar Presiden singkat.

Ia menegaskan bahwa forum ini murni untuk membahas sains dan teknologi, bukan untuk konsumsi politik atau opini publik yang rawan dipelintir.

“Jangan dipelintir, jangan dipolitisasi. Inikan kita bicara ilmu. Kita bicara ilmu sains teknologi,” tegas Prabowo kepada awak media.

Sebelumnya, dalam sesi sambutan, Prabowo sempat bercanda ketika membaca catatan dalam teks pidatonya yang meminta wartawan meninggalkan ruangan usai ia menyapa para menteri yang hadir.

“Tamu undangan serta rekan-rekan pers media yang turut hadir. Di sini ada catatan wartawan akan meninggalkan ruangan setelah bapak menyapa daftar hadir menteri dan setingkat menteri yang hadir,” katanya sambil tertawa.

Presiden kemudian mempersilakan awak media keluar ruangan dengan nada ramah.

"Baik, jadi sudah dibaca daftar hadir semuanya. Para wartawan dipersilakan minum kopi, udah disiapkan kopi,” ujar Prabowo.

KSTI 2025 merupakan forum strategis yang mempertemukan lebih dari 3.000 peserta dari berbagai sektor. Forum ini dihadiri lebih dari 1.000 ilmuwan, 300 rektor perguruan tinggi, serta ribuan mahasiswa dari berbagai jenjang.

Selain menjadi ruang dialog antara pemerintah dan akademisi, konvensi juga menampilkan pameran inovasi dari delapan sektor prioritas nasional, meliputi energi, pertahanan, digitalisasi (termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor), hilirisasi industri, kesehatan, ketahanan pangan, kemaritiman, serta material dan manufaktur maju.

Mendikti Brian Yuliarto menyebut bahwa forum ini digelar atas inisiatif langsung dari Presiden Prabowo.

"Kita sama-sama mengetahui bahwa Bapak Presiden kita, Presiden Prabowo, senantiasa menginspirasi, menginisiasi, mengumpulkan peneliti-peneliti Indonesia di manapun berada,” ujar Brian.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya