Berita

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Sofandi Paloh (tengah) menunjukkan tersangka MS (38) beserta barang bukti kasus pembunuhan/Ist

Presisi

Anak Bacok Ibu Kandung Hingga Tewas di Madina

RABU, 06 AGUSTUS 2025 | 16:19 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Nasib malang menimpa Suharni Lubis (61), warga Desa Huta Toras, Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang dibacok hingga tewas oleh anak kandungnya sendiri, MS (38).

Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh menyampaikan bahwa hasil tes urine MS menunjukkan pelaku positif mengonsumsi sabu-sabu. Hal itu menjadi pemicu utama kemarahan pelaku hingga nekat menghabisi nyawa ibunya.

"Motif pembunuhan dipicu karena pelaku tidak terima dinasehati ibunya untuk berhenti memakai sabu. Pelaku lalu mengambil parang dari dapur dan membacok korban yang saat itu sedang tidur di ruang tamu," kata Arie dalam keterangan persnya, Rabu 6 Agustus 2025.


Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis dini hari, 31 Juli 2025. Polisi yang mendapat laporan pukul 06.30 WIB langsung turun ke lokasi dan menemukan jasad korban dalam kondisi mengenaskan.

Jasad korban tergeletak di ruang tamu dengan lantai bersimbah darah dan sebilah parang tergeletak di samping tubuhnya.

“Korban mengalami luka bacok di kepala sebelah kiri, leher, dan pergelangan tangan. Semuanya dilakukan berulang oleh pelaku menggunakan parang,” kata Arie dikutip dari RMOLSumut.

MS diamankan beberapa jam setelah kejadian, di teras rumah warga yang hanya berjarak 10 meter dari lokasi pembunuhan. Saat diinterogasi, pelaku mengaku kesal karena sering dimarahi dan dinasehati ibunya akibat perilaku buruknya sebagai pengguna narkoba.

“Korban sering menasihati tersangka agar berhenti menggunakan narkoba. Tapi pelaku merasa tertekan dan akhirnya melampiaskan kekesalannya secara brutal,” kata Kapolres.

Kini MS resmi ditahan di Polres Madina. Ia dijerat dengan Pasal 338 KUHP atau Pasal 354 ayat (2) subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya