Berita

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M Fadhil Hasan/Tangkapan layar

Bisnis

Ragukan Klaim Pemerintah, Ekonom Beberkan Data Sektor Riil Melemah

RABU, 06 AGUSTUS 2025 | 14:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Klaim pemerintah bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen pada kuartal II 2025 dinilai tidak sesuai dengan data di lapangan.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M Fadhil Hasan, mengatakan sejumlah indikator justru bertolak belakang dengan klaim pertumbuhan tersebut.

“Kalau kita lihat dari sisi indikator ekonomi utama justru banyak yang menunjukkan pelemahan pada kuartal II 2025 atau dalam semester pertama 2025 dibanding tahun lalu,” kata Fadhil dalam  diskusi publik INDEF pada Rabu, 6 Agustus 2025.


Ia menyoroti data industri pengolahan yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tumbuh 5,68 persen, padahal Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur berada di bawah 50, yang berarti sektor tersebut sedang mengalami kontraksi.

“PMI triwulan II 2025 itu justru di bawah angka 50, ini artinya industri terkontraksi. Bagaimana kemudian leading economic indicator-nya itu kontraksi ya tapi pertumbuhannya itu meningkat signifikan sekali, nah itu pertanyaan,” tegasnya.

Selain itu, Fadhil juga mencatat konsumsi rumah tangga yang tumbuh hanya 4,97 persen tanpa dorongan efek musiman seperti Ramadan dan Lebaran. Kondisi ini dinilai aneh mengingat konsumsi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Dari sisi konsumsi secara umum juga mengalami pelemahan dan tidak ada dorongan seasonal effect, misalnya dari Lebaran, Ramadan, gitu ya tapi tumbuh juga cukup tinggi,"tambahnya.

Sementara dari sisi penjualan kendaraan, data menunjukkan penurunan signifikan. Penjualan wholesale kendaraan pada Januari-Juni 2025 turun 8,6 persen, sementara penjualan retail anjlok 9,5 persen. 

Sementara itu, arus investasi asing langsung (FDI) juga tercatat menurun 6,9 persen dari Rp217,3 triliun di kuartal II 2024 menjadi Rp202,2 triliun di periode yang sama tahun ini.

"Dari sisi FDI asing ini keterangan dari Pak Rosan Roeslani sendiri menyatakan bahwa turun menjadi Rp202,2 triliun," tuturnya.

Fadhil juga menyoroti perlambatan pertumbuhan kredit yang hanya tumbuh 7,7 persen dibandingkan 8,3 persen di periode yang sama tahun sebelumnya. Ia menilai penurunan ini menunjukkan lemahnya permintaan dari dunia usaha dan masyarakat.

“PHK di semester pertama 2025 juga melonjak 32 persen. Sementara Indeks Kepercayaan Konsumen, ekspektasi penghasilan menurun dari 135 mejadi 133 di bulan Juni, serta indikator pasar keuangan juga menunjukkan tren negatif dengan capital outflow dari saham dan SRBI mencapai Rp59 triliun dan Rp77,4 triliun,” jelasnya.

Yang paling mengkhawatirkan, menurut Fadhil, adalah penurunan tajam pada penerimaan PPN dan PPNBM yang anjlok hampir 20 persen pada semester pertama 2025. Padahal, penerimaan pajak seharusnya naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

"Penerimaan pajak atau PPN dan PPnBM itu turun pada semester pertama di tahun 2025 Itu Rp267,3 triliun dari Rp332,9 triliun di semester pertama 2024, atau turunnya hampir 20 persem. Seharusnya penerimaan pajak itu naik seiring makin tinggi pertumbuhan ekonomi," tandasnya. 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya