Berita

Tentara Hizbullah/Net

Dunia

Pemerintah Lebanon Berencana Lucuti Senjata Hizbullah Akhir 2025

RABU, 06 AGUSTUS 2025 | 11:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kabinet Lebanon menugaskan militer untuk menyusun rencana membangun monopoli negara atas senjata pada akhir tahun. 

Langkah ini dipandang sebagai tantangan langsung terhadap Hizbullah, kelompok bersenjata yang selama ini menolak pelucutan senjata sejak perang dengan Israel tahun lalu.

Sidang kabinet yang berlangsung hampir enam jam di istana kepresidenan itu menjadi pertama kalinya pemerintah Lebanon secara resmi membahas isu persenjataan Hizbullah. 


“Kabinet memberi wewenang kepada tentara Lebanon untuk mengembangkan rencana guna memastikan bahwa semua persenjataan di seluruh negeri akan dibatasi pada enam pasukan keamanan negara tertentu pada akhir tahun,” ujar Perdana Menteri Nawaf Salam, seperti dimuat Reuters pada Rabu, 6 Agustus 2025. 

Namun, rencana tersebut langsung mendapat penolakan dari Hizbullah. Dalam pidato televisi yang disampaikan hampir bersamaan dengan sidang kabinet, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menyebut langkah itu sia-sia. 

“Saya harap Anda (para pejabat Lebanon) tidak membuang waktu pada badai yang dipicu oleh perintah eksternal,” ujarnya. 

Qassem menegaskan, keputusan terkait senjata Hizbullah tidak bisa diputuskan secara sepihak. 

“Strateginya bukanlah jadwal pelucutan senjata. Masalahnya sederhana: beri kami senjata, tetapi tidak ada keamanan nasional. Bagaimana mungkin? Kami tidak menerimanya, karena kami menganggap diri kami sebagai komponen fundamental Lebanon,” tegasnya.

Perdebatan di kabinet juga sempat diwarnai aksi dua menteri Muslim Syiah yang meninggalkan sidang sebelum keputusan diumumkan, sebagai bentuk penolakan. Dua menteri Syiah lainnya bahkan tidak hadir karena sedang dalam perjalanan.

Menteri Penerangan Lebanon, Paul Morcos, menjelaskan militer memiliki waktu hingga akhir bulan ini untuk menyampaikan rencana detailnya. 

Ia juga mengakui kabinet membahas proposal Amerika Serikat terkait pelucutan senjata Hizbullah, namun belum mencapai kata sepakat.

“Kabinet akan melanjutkan perdebatan pada sidang Kamis mendatang,” katanya.

Pada Juni lalu, utusan AS Thomas Barrack menawarkan peta jalan bagi Lebanon yakni pelucutan senjata Hizbullah ditukar dengan penghentian serangan Israel dan penarikan pasukan dari lima titik di Lebanon selatan. Namun, Qassem menolak keras usulan tersebut.

“Setiap klausul dalam proposal itu kami tolak,” ucap Qassem dalam pidatonya. 

Setelah itu, puluhan sepeda motor yang membawa bendera Hizbullah terlihat berkonvoi di pinggiran Beirut, menunjukkan dukungan terhadap kelompok tersebut.

Sementara itu, Ketua Parlemen Nabih Berri, sekutu utama Hizbullah, disebut tengah melakukan perundingan intensif dengan Presiden Joseph Aoun dan PM Salam untuk menyusun formula kompromi yang bisa menenangkan Washington sekaligus meredakan ketegangan internal.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya