Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

UE Kejar AS Terkait Kesepakatan Tarif 15 Persen

RABU, 06 AGUSTUS 2025 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tarif Amerika Serikat (AS) terhadap barang-barang Uni Eropa (UE) yang masuk ke Amerika ditetapkan sebesar 15 persen. Seorang pejabat senior UE mengatakan, tarif tersebut bersifat menyeluruh, tidak seperti kesepakatan yang dibuat beberapa negara lain dengan AS.

Menurutnya, kerangka tarif ini akan berlaku secara luas untuk ekspor UE, kecuali untuk baja dan aluminium.

Tarif 15 persen ini juga akan berlaku untuk mobil dan suku cadang mobil, tanpa kuota atau batasan, tambahnya.


"Apa yang kami peroleh dalam kesepakatan ini adalah perlakuan terbaik yang tersedia," kata pejabat UE tersebut, dikutip dari Investing. 

Meskipun tarif 15 persen dianggap sebagai kesepakatan yang cukup baik, namun blok 27 negara itu belum merasa puas. 

Tarif untuk produk farmasi dan semikonduktor saat ini nol persen, tetapi jika dinaikkan sebagai hasil dari penyelidikan AS terhadap impor produk tersebut, tarifnya tidak akan melebihi batas 15 persen.

Pembicaraan mengenai pernyataan bersama antara UE dan AS yang akan menjelaskan detail lebih lanjut dari kesepakatan ini sudah disiapkan. 

UE kini menunggu tanggapan dari Washington untuk meresmikan kesepakatan tersebut. 

UE juga sedang bekerja untuk merampungkan daftar produk penting yang akan dikecualikan dari tarif AS, meski prosesnya dikatakan akan memakan waktu. UE berupaya memasukkan sebanyak mungkin produk ke dalam daftar pengecualian tersebut, dengan tarif nol-nol (zero-for-zero).

Sebagai bagian dari kesepakatan, UE akan meningkatkan impor daging bison dari AS.

Untuk sektor otomotif, tarif Mobil turun dari 27.5 persen ke 15 persen.

Saat ini, ekspor mobil dan suku cadang mobil UE ke AS dikenai tarif sebesar 27,5 persen. Namun pada bulan lalu di Skotlandia, UE dan Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa tarif atas mobil dan suku cadang akan diturunkan menjadi 15 persen sebagai bagian dari kerangka kesepakatan dagang tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya