Berita

Ilustrasi/AI

Bisnis

Harga Emas Dunia Dekati Level Tertinggi

RABU, 06 AGUSTUS 2025 | 07:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas melesat ke level tertinggi hampir dua minggu yang didorong oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Di saat yang sama, investor menunggu penunjukan Gubernur The Fed yang baru oleh Presiden AS Donald Trump. 

Sejak Jumat pekan lalu, harga emas batangan telah pulih setelah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Juli menunjukkan revisi penurunan yang signifikan dibandingkan angka bulan Mei dan Juni. 


Pasar memperkirakan dua pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, dimulai September. Langkah Trump memecat komisioner Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS)pekan lalu diperkirakan juga akan ikut mendorong proyeksi tersebut.

"Pasar masih terguncang dari pekan lalu yang sarat data, di samping keputusan pemerintahan Trump untuk mengganti kepala BLS," kata Daniel Ghali, analis TD Securities, seperti dikutip dari Reuters.

Tarif AS efektif pada 7 Agustus, akan berkisar antara 10 persen dan 41 persen. Laboratorium Anggaran di Yale memperkirakan rata-rata tarif bea masuk AS secara keseluruhan naik menjadi 18,3 persen, level tertinggi sejak 1934.

Mengingat kondisi fundamental ini, Emas tampaknya siap untuk menembus level 3.400 Dolar AS. Namun, pemulihan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika dan Dolar AS dapat membatasi kenaikan harga emas batangan setelah mencapai level tertinggi delapan hari di 3.390 Dolar AS..

Emas digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian, dan semakin berkilau dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil.

Berikut pergerakan logam dunia di pasar spot pada penutupan Selasa 5 Agustus 2025.

- Emas spot (XAU/USD) diperdagangkan pada 3.381 Dolar AS, atau naik 0,20 persen.
- Emas berjangka AS ditutup menguat 0,2 persen menjadi 3.434,7 Dolar AS 
- Perak spot (XAG/USD) melonjak 1,2 persen menjadi 37,85 Dolar AS per ons, level tertinggi sejak 30 Juli
- Platinum melemah 1 persen menjadi 1.316,35 Dolar AS 
- Paladium anjlok 2,1 persen menjadi 1.181,21 Dolar AS

Perusahaan pertambangan Sibanye-Stillwater yang berbasis di Afrika Selatan meminta AS mempertimbangkan tarif impor paladium Rusia guna mendukung keberlangsungan pasokan AS dalam jangka panjang.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya