Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ramai Rohana-Rojali, Pemerintah Harus Jeli Balikkan Keadaan

SELASA, 05 AGUSTUS 2025 | 19:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menanggapi fenomena yang belakangan ramai di media sosial terkait istilah Rojali atau Rombongan Jarang Beli dan Rohana alias Rombongan Hanya Nanya yang kerap terlihat di pusat perbelanjaan.

“Si Rojali & Rohana lagi rame berkeliaran di mall nih, kalau kalian tim yang mana?” tanya Sandiaga melalui unggahan di media sosialnya, Selasa, 5 Agustus 2025.

Menurut Sandiaga, istilah ini sebenarnya sudah pernah dikenal sejak dulu dengan sebutan  Rohali atau rombongan hanya lihat.


Namun, saat dirinya masih menjabat di pemerintahan, ia justru menciptakan versi positif dari istilah tersebut.

“Waktu saya di pemerintahan saya menciptakan Rojali itu artinya rombongan jadi beli dan Rogana, rombongan nggak pakai nawar,” jelasnya.

Sandi menyoroti fenomena ini sebagai refleksi kondisi ekonomi masyarakat, terutama di awal bulan saat pusat perbelanjaan terlihat ramai, tetapi transaksi pembelian minim.

“Awal bulan, baru gajian, mall rame banget. Tapi sekarang banyak yang bilang orang-orang mulai jadi Rojali alias Rombongan Jarang Beli,” ujarnya dengan nada santai.

Meski begitu, ia menilai pusat perbelanjaan tetap bisa dioptimalkan sebagai ruang untuk kegiatan produktif dan kreatif. Ia pun mendorong pemerintah agar jeli melihat situasi ini.

“Padahal pusat perbelanjaan kayak gini bisa banget jadi tempat kegiatan kreatif loh. Pemerintah harus jeli lihat kondisi, cari cara untuk balikkan keadaan, tingkatkan pertumbuhan ekonomi,” tutup Sandiaga.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya