Berita

Kebersamaan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto/Net

Politik

PDIP-Gerindra Ibarat Teman Tapi Mesra

SELASA, 05 AGUSTUS 2025 | 15:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Setelah Hasto Kristiyanto mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto, muncul spekulasi bahwa PDIP akan melunak dan bergabung dengan koalisi pemerintahan. 

Namun, menurut analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, hal itu belum bisa dipastikan.

“Hal ini masih belum clear dan masih menjadi teka-teki apa sikap resmi PDIP,” kata Adi dalam kanal YouTube miliknya, Selasa, 5 Agustus 2025.


Adi menilai, pidato politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi penanda bahwa partai berlambang banteng itu belum tentu masuk koalisi, namun juga tidak berada dalam posisi oposisi.

“Kalau kita mendengarkan pidato politik Ketua Umum PDIP Megawati, dia menegaskan bahwa partainya menjadi partai penyeimbang, bukan oposisi dan tidak juga bergabung dengan koalisi Prabowo,” ujarnya.

Lebih lanjut, Direktur Parameter Politik Indonesia itu menjelaskan bahwa definisi partai penyeimbang yang diusung PDIP cukup unik. 

"Ternyata definisi dari partai penyeimbang itu adalah akan mendukung penuh keputusan dan kebijakan politik pemerintah yang dinilai pro dengan rakyat," jelasnya.

Namun demikian, PDIP tetap menyisakan ruang untuk mengkritik pemerintah jika kebijakan dinilai tidak sejalan dengan prinsip-prinsip keadilan.

“Tapi pada saat bersamaan, kalau ada kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan hati nurani rakyat, bertabrakan dengan keadilan sosial dan Pancasila, PDIP akan menjadi partai politik yang mengkritik secara keras,” jelasnya.

Adi pun mengibaratkan hubungan PDIP dan Gerindra saat ini sebagai “teman tapi mesra”.

“Judulnya memang PDIP di luar kekuasaan, tapi secara prinsip sebenarnya PDIP dalam banyak hal secara praktis sudah melakukan kerjasama politik dengan pemerintahan Pak Prabowo,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya