Berita

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman/Net

Politik

Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran

SELASA, 05 AGUSTUS 2025 | 14:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman dinilai tengah berada dalam posisi dilema pasca pencopotan dirinya dari jabatan, imbas keputusan kontroversial MK yang memuluskan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024. 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, ada kemungkinan Anwar Usman kini merasa menyesal dan bisa memilih untuk membuka fakta-fakta baru terkait keputusan tersebut.

“Pertama kita membaca pola yang terjadi kepada Anwar Usman itu sudah pernah terjadi pada pejabat lain. Sebut saja Hasyim Asy’ari, Ketua KPU yang juga sama-sama memiliki dampak atas keputusan pendaftaran Gibran sebagai calon wakil presiden di masa itu,” kata Dedi dalam kanal YouTube Refly Harun, Selasa, 5 Agustus 2025.


Ia mengingatkan bahwa Hasyim dianggap bersalah oleh DKPP, sementara Anwar Usman dijatuhi sanksi oleh MKMK. Menurutnya, Anwar kini berada di tengah situasi yang memunculkan kebimbangan.

"Anwar Usman kemudian dalam pemberitaan mungkin ada nuansa ingin membongkar, menceritakan apa di balik kronologi keputusan MK. Maka sekarang situasinya bisa dikatakan bahwa ada kebimbangan di Anwar Usman,” tuturnya.

Dedi menyebut, hubungan kekerabatan Anwar Usman dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi tak cukup kuat untuk menyelamatkannya dari sanksi.

“Anwar menerima sanksi hingga pemberhentian dari Ketua MK. Tentu itu sesuatu yang secara naluriah pasti disesali. Karena Anwar Usman membangun karir yang cukup panjang, reputasi yang panjang, tiba-tiba hancur dalam sekejap dan punya potensial tidak akan bisa diperbaiki,” sambung Dedi.

Ia menilai ketidakhadiran pembelaan dari Jokowi maupun Gibran turut memperparah posisi psikologis Anwar Usman, sehingga membuka kemungkinan ia berpihak pada tekanan publik.

“Okelah kalau sama-sama saya tidak mendapatkan apa yang seharusnya diperjuangkan sejak lama, mungkin saatnya Anwar Usman berbalik mengikuti tekanan-tekanan publik,” papar Dedi.

Salah satu tekanan yang dimaksud adalah desakan sejumlah forum purnawirawan TNI agar Gibran dimakzulkan oleh MPR. Dedi menilai tekanan itu bisa memengaruhi posisi Anwar Usman.

“Anwar Usman memang ipar Joko Widodo tapi dia kan keluarga baru. Artinya secara psikologi saya kira juga tidak memiliki kedekatan yang cukup kuat dengan Jokowi," ujarnya.

Sebelumnya, Anwar Usman mengisyaratkan akan membuka “kotak pandora” seputar putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang menjadi pintu bagi Gibran maju sebagai cawapres. 

Namun saat ditanya soal usulan pemakzulan Gibran, Anwar memilih menahan diri dan menyebut dirinya masih dalam tahap "cooling down".

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya