Berita

Anggota DPD RI Aanya Rina Casmayanti dan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb/Ist

Nusantara

Senator Anya Belanja Masalah di Kabupaten Bandung

SENIN, 04 AGUSTUS 2025 | 22:59 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Anggota DPD RI Aanya Rina Casmayanti melanjutkan safari reses dengan mengunjungi Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Anya mengaku akan menyerap, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dalam setiap kunjungan di kota dan kabupaten di Privinsi Jawa Barat.

"Ini kunjungan kedelapan saya dari 27 daerah yang akan saya datangi. Dari semua kunjungan, saya mendapati banyak persoalan strategis yang butuh intervensi kebijakan pusat dan daerah," kata Anya dalam keterangan tertulisnya, Senin 4 Agustus 2025.


Beberapa isu penting yang disampaikan mencakup rendahnya pertumbuhan ekonomi daerah, pelayanan publik yang belum maksimal, serta meningkatnya angka pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kami menerima banyak aspirasi melalui media sosial dan pertemuan langsung. Aspirasi ini akan kami catat dan perjuangkan di tingkat nasional," kata senator asal Jawa Barat ini.

Anya menambahkan, sinergi dan komunikasi yang baik antara pusat dan daerah adalah fondasi utama pembangunan yang inklusif.

"Mari kita jadikan aspirasi masyarakat sebagai bahan bakar kebijakan yang berpihak pada rakyat," kata Aanya.

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyatakan, Kabupaten Bandung sebagai wilayah penyangga vital kawasan Bandung Raya memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, industri kreatif, serta pariwisata.

"Namun kami masih membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat dalam bentuk regulasi dan alokasi anggaran yang berpihak kepada desa dan masyarakat lokal," kata Ali.

Sementara Sekda Kabupaten Bandung, Erwin Rinaldi mengugkap isu-isu strategis, seperti peningkatan layanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut Erwin, indikator makro seperti IPM Kabupaten Bandung sudah mencapai 77,97, namun tingkat kemiskinan masih 4,89 persen.

"Ini menunjukkan perlunya upaya bersama untuk mengatasi kesenjangan," kata Erwin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya