Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Meta Cari Mitra untuk Patungan Bangun Infrastruktur AI

SENIN, 04 AGUSTUS 2025 | 14:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Raksasa media sosial Meta (perusahaan induk Facebook dan Instagram) sedang mencari mitra eksternal untuk membantu mendanai infrastruktur besar guna mendukung kecerdasan buatan (AI). Salah satu langkahnya adalah dengan menjual aset pusat data senilai 2 miliar Dolar AS atau sekitar Rp33 triliun.

Langkah ini menunjukkan perubahan strategi di kalangan perusahaan teknologi besar yang selama ini lebih sering membiayai proyeknya sendiri. Kini, mereka mulai mencari cara berbagi beban biaya karena mahalnya pembangunan pusat data dan kebutuhan listrik untuk menjalankan teknologi AI generatif.

Meta mengumumkan pekan ini bahwa mereka tengah menjajaki kerja sama dengan mitra keuangan untuk mengembangkan pusat data secara bersama.


"Kami sedang mencari cara agar bisa membangun pusat data bersama mitra keuangan," kata Kepala Keuangan Meta, Susan Li, dikutip dari Reuters pada Senin, 4 Agustus 2025.

Li menambahkan bahwa meskipun Meta masih akan membiayai sebagian besar proyeknya sendiri, beberapa proyek bisa menarik investor eksternal agar perusahaan punya lebih banyak fleksibilitas, terutama jika kebutuhan infrastrukturnya berubah.

"Saat ini belum ada kesepakatan final yang bisa diumumkan," tambahnya.

Namun, laporan keuangan Meta untuk kuartal terakhir mengindikasikan bahwa rencana ini sudah cukup matang. Dalam dokumen yang dirilis Kamis lalu, Meta menyebut telah menyetujui rencana sejak Juni untuk menjual aset pusat data tertentu. Mereka juga telah mengubah klasifikasi lahan dan proyek pembangunan yang sedang berjalan senilai 2,04 miliar Dolar AS sebagai “ditahan untuk dijual”.

Aset-aset tersebut rencananya akan dialihkan ke pihak ketiga dalam waktu 12 bulan ke depan untuk proyek pengembangan pusat data bersama.

Meta tidak mengalami kerugian dari langkah ini karena aset dinilai dengan harga terendah antara nilai buku atau nilai pasar dikurangi biaya penjualan. Hingga 30 Juni 2025, total aset yang siap dijual mencapai 3,26 miliar Dolar AS, menurut laporan perusahaan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya