Berita

Menteri Perdagangan Budi Santoso/RMOL

Bisnis

Produk RI Tetap Kompetitif Meski Kena Tarif Resiprokal AS

SENIN, 04 AGUSTUS 2025 | 14:28 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan tren positif hingga semester I tahun 2025. 

Salah satu mitra dagang dengan kontribusi surplus tertinggi adalah Amerika Serikat, mencapai 9,92 miliar dolar AS.

"Kalau kita lihat mitra dagang kita, surplus tertinggi kita ke Amerika sampai semester 1 ini sebesar 9,92 miliar. Ini pertanda bahwa produk-produk Indonesia masih memiliki daya saing meskipun diberlakukan tarif resiprokal," kata Mendag Budi saat jumpa pers di kantornya, Senin, 4 Agustus 2025.


Ia menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan kebijakan dagang dan tetap optimistis terhadap kinerja ekspor. 

"Jadi kita akan mantau terus dan akan berupaya setelah dilakukan pemberlakuan tarif resiprokal, ekspor kita tetap terus meningkat," ujarnya.

Surplus dagang Indonesia juga tercatat tinggi ke beberapa negara lain, di antaranya India sebesar 6,64 miliar dolar AS, Filipina 4,36 miliar dolar, Malaysia 3,07 miliar dolar, dan Vietnam 2,21 miliar dolar.

Dari sisi kawasan, ASEAN memberikan kontribusi surplus sebesar 9,6 miliar dolar, disusul Uni Eropa (EU 27) sebesar 3,8 miliar dolar AS.

"Ini kalau EU kan belum diberlakukan EU-CEPA, harapan kita akan terus meningkat karena ini penanda yang baik bahwa sebelum diberlakukan EU-CEPA ekspor kita terus melakukan peningkatan," jelas Budi.

Meski masih mengalami defisit dengan beberapa negara seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Budi menegaskan bahwa RRT tetap menjadi tujuan ekspor utama Indonesia.

"Memang kita mengalami beberapa defisit termasuk dengan RRT, tapi kalau kita lihat dengan RRT ini tujuan utama ekspor Indonesia. Kedua Amerika disusul India, Jepang, dan Malaysia. Jadi memang tujuan utama atau pasar utama ekspor kita nomor satu tetap RRT," ucapnya.

Struktur ekspor nonmigas Indonesia pada semester I 2025 masih didominasi oleh sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 83,81 persen. 

Sektor pertanian mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 49,77 persen, disusul industri pengolahan naik 16,57 persen. Sebaliknya, sektor pertambangan dan lainnya turun 25,21 persen.

Adapun komoditas ekspor nonmigas dengan pertumbuhan tertinggi di antaranya adalah kakao dan olahannya, kopi, teh dan rempah-rempah, timah dan barang daripadanya, aluminium dan produk turunannya, serta berbagai produk kimia.

Sementara itu, negara tujuan ekspor dengan pertumbuhan tertinggi dari 20 negara utama pada semester I 2025 adalah Swiss, Arab Saudi, Thailand, Bangladesh, dan Singapura.

Untuk kawasan, pertumbuhan ekspor tertinggi dicatatkan oleh Asia Tengah, Afrika Barat, Afrika Timur, Amerika Selatan, dan Afrika Selatan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya