Berita

Sanitarian Ahli Muda dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Wuhgini, SKM., M.A/Net

Kesehatan

Kenali Tiga Parameter Utama untuk Air Minum yang Aman

SENIN, 04 AGUSTUS 2025 | 13:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Banyak warga yang belum menyadari bahwa air galon yang tampak jernih belum tentu aman dikonsumsi. Terlebih, sebagian besar depot isi ulang belum sepenuhnya mematuhi standar kebersihan dan prosedur pengujian air.

Hasil pemantauan terbaru Yayasan Jiva Svastha Nusantara di Kota Bandung menunjukkan bahwa 84,9 persen air minum rumah tangga dan 84,7 persen air dari depot isi ulang (DAMIU) yang diuji di laboratorium terkontaminasi bakteri E. coli dan/atau coliform. 

Temuan ini mempertegas bahwa persoalan mutu air minum bersifat sistemik dan memerlukan respons edukatif yang
melibatkan masyarakat luas.

melibatkan masyarakat luas.

Menyikapi hal ini, Yayasan Jiva Svastha Nusantara menyelenggarakan serangkaian kegiatan penyuluhan, salah satunya di Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan, untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar tentang air minum yang aman dan
bagaimana menjadi konsumen yang lebih sadar risiko. 

Sanitarian Ahli Muda dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Wuhgini, SKM., M.A.,  menjelaskan bahwa air yang tampak jernih secara fisik belum tentu bebas risiko. 

“Air minum yang aman harus memenuhi tiga parameter utama: fisik, kimia, dan mikrobiologi. Untuk memastikan air bebas dari bakteri atau bahan kimia berbahaya, perlu dilakukan pengujian di laboratorium,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat dapat menilai kualitas DAMIU dari beberapa indikator sederhana: apakah depot tersebut rutin menguji airnya di laboratorium terakreditasi, memiliki Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS), serta menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku penjamah airnya.

Wuhgini juga menekankan agar masyarakat tidak menyimpan galon isi ulang terlalu lama, karena risiko kontaminasi meningkat seiring waktu. 

“Praktik menyetok galon di rumah ataupun di depot adalah hal yang tidak dianjurkan, namun masih sering terjadi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa konsumsi air yang tidak layak dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, kolera, hepatitis, bahkan dapat berdampak pada stunting jika terjadi dalam jangka panjang dan memengaruhi status gizi anak.

Senada, Surya Putra, Kepala Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva Svastha Nusantara, menegaskan pentingnya edukasi air minum hingga ke tingkat rumah tangga.

“Kami berharap warga bisa lebih peka terhadap apa yang dikonsumsi sehari-hari. Menjaga kebersihan dispenser, galon, atau teko air, mencuci tangan pakai sabun, dan menjadi konsumen yang berani bertanya adalah langkah kecil yang bisa berdampak besar,” ujarnya.

Kegiatan penyuluhan ini juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan penyelenggara program, terutama terkait tantangan dalam memilih sumber air minum yang aman di tengah maraknya praktik usaha DAMIU yang belum seluruhnya memenuhi standar. 

Ke depan, Yayasan Jiva Svastha Nusantara berkomitmen untuk terus menjangkau lebih banyak wilayah dan kelompok masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan Puskesmas dan pemerintah daerah.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya