Berita

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa/RMOLJatim

Nusantara

Meriahkan HUT ke-80 RI

Khofifah Ajak Alumni Kibarkan Bendera UNAIR di Seven Summits Indonesia

SENIN, 04 AGUSTUS 2025 | 03:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) mengambil peran dalam diplomasi antarbangsa sebagai wujud membangun negeri lewat pengabdian yang berdampak positif kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat Gala Dinner dan Penutupan Munas XI 2025 IKA UNAIR, di Gedung Rektorat UNAIR, Sabtu, 2 Agustus 2025. 

Sebagai Ketua Umum IKA UNAIR yang kembali terpilih untuk periode 2025–2030, Gubernur Khofifah menegaskan, peran penting almamater adalah pengabdian di berbagai daerah serta penguatan kerja sama antara negara melalui Pimpinan Cabang Istimewa serta para diplomat alumni UNAIR.


"Banyak pengabdian yang dilakukan IKA UNAIR. Saya rasa kita melakukannya cukup konsisten dan kontinyu. IKA UNAIR merupakan  perpanjangan tangan Pak Rektor dan kampus untuk menyapa lebih luas elemen masyarakat yang tidak bisa kita jangkau. Karena banyak alumni di daerah  dan di luar negeri yang siap dan sudah mengabdikan diri dengan membawa bendera UNAIR," ujar Khofifah dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim, Senin, 4 Agustus 2025.

Menurut dia, banyak ruang pengabdian untuk memaksimalkan penyapaan IKA  UNAIR di masyarakat. Termasuk di antaranya dengan konektivitas dan mengambil peran diplomasi yang berkaitan dengan hubungan bilateral.

Sementara dari pemerintah, lanjut Khofifah, mendorong konektivitas di berbagai lini. Salah satunya adalah dengan pembukaan penerbangan langsung baru dari Jawa Timur ke beberapa negara.

Dalam waktu dekat, orang nomor satu di Jatim ini mengajak alumni dan almamater UNAIR untuk ikut mengambil peran dan memeriahkan HUT ke-80 RI. Ia mengundang untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera UNAIR di puncak gunung tertinggi Indonesia.

Dari puncak-puncak itu, tujuh di antaranya menjadi incaran para pendaki dan dikenal sebagai "Seven Summits of Indonesia". Yakni Puncak Jaya (Carstensz Pyramid) di Papua, Gunung Kerinci di Sumatera, Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Latimojong di Sulawesi, Gunung Binaiya di Maluku, dan Gunung Bukit Raya di Kalimantan. 

"Mari kita lakukan identifikasi di titik mana. Nanti yang dikibarkan adalah Merah Putih bersama dengan bendera UNAIR, bukan bendera IKA UNAIR. Ini menjadi bagian dari ruh semangat kita bahwa UNAIR sudah dan pantas memuncaki berbagai prestasi. Jadi dengan ini, kita bisa membawa Merah Putih dan UNAIR setinggi-tingginya," pungkas Khofifah.

Sementara itu, Rektor UNAIR Prof. Muhammad Madyan mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik setiap bentuk kontribusi di berbagai lini melalui jejaring alumni. Mengingat, ikatan alumni dapat menjadi jembatan yang kokoh antara almamater dan masyarakat melalui kolaborasi, riset, dan pengabdian lain.

"Selamat atas terpilihnya kembali Bu Khofifah sebagai Ketua Umum IKA UNAIR. Semoga terpilihnya membawa kemajuan dan memperkuat Universitas Airlangga. Para alumni merupakan talenta terbaik. Mereka bukan hanya saksi sejarah, tapi juga agen perubahan di tengah masyarakat, bangsa, dan bahkan dunia. Sekali lagi selamat," tandas Rektor Madyan.

Sebagai informasi, posisi UNAIR saat ini menduduki peringkat ke-287 dunia dalam QS World University Rankings (QS WUR) 2026. Sementara menurut THE Impact Rankings 2025, Unair menduduki peringkat ke-9 dan yang merupakan terbaik di Indonesia dan ASEAN serta  kedua terbaik di Asia.

The Impact merupakan pemeringkatan universitas dunia yang menilai kontribusi institusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Mereka menilai, UNAIR unggul dalam SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi) dengan peringkat 1 dunia, SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan peringkat 3 dunia, SDGs 5 (Kesetaraan Gender) dengan peringkat 4 dunia, serta SDGs 17 (Kemitraan Global)dengan peringkat 29 dunia.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya