Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Ist

Bisnis

Indonesia dan Vietnam Perkuat Kemitraan Strategis Hadapi Ketidakpastian Global

SABTU, 02 AGUSTUS 2025 | 13:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indonesia dan Vietnam memperkuat kolaborasi strategis di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang mengancam stabilitas investasi dan perdagangan kawasan. 

Kedua negara bahkan kini aktif terlibat dalam diskusi tarif dengan Amerika Serikat (AS) guna melindungi kepentingan ekonomi di tengah disrupsi global yang kian kompleks.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Vietnam telah memainkan peran penting dalam komunitas ekonomi ASEAN, terutama dalam rencana strategis terbaru dan paling krusial bagi pertumbuhan kawasan yaitu ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA).


“Implementasi Vietnam diharapkan akan meningkatkan nilai ekonomi digital ASEAN menjadi 2 triliun Dolar AS pada 2030. Sementara itu Indonesia diperkirakan sekitar 600 miliar Dolar AS. Jadi, saya pikir ini merupakan peluang bagi Indonesia dan juga bagi ASEAN,”kata Airlangga dalam keterangan resmi, Sabtu 2 Agustus 2025.

Di tengah tantangan global, ASEAN disebut terus menunjukkan komitmennya terhadap masa depan yang tangguh dan berkelanjutan melalui kerangka kerja seperti Netralitas Karbon, Ekonomi Biru, dan Ekonomi Sirkular. 

Selain itu, penyederhanaan perdagangan melalui ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) juga menjadi fokus utama guna meminimalisir dampak disrupsi global terhadap arus barang di kawasan.

“Dengan adanya perang dagang global saat ini, saya rasa ASEAN, yang percaya pada kolaborasi multilateral, harus memperkuat ekonomi intra-ASEAN-nya sendiri. Kita memiliki 600 juta penduduk dan ekonomi kita juga lebih dari 3 triliun Dolar. Jadi, saya pikir ini ruang bagi kita untuk saling memperkuat rantai nilai regional, agar lebih tangguh menghadapi hambatan dan ketidakpastian,” tegas Airlangga.

Vietnam sendiri terus menjadi salah satu mitra ekonomi utama Indonesia di ASEAN, terutama dalam sektor investasi. Salah satu wujud konkret adalah komitmen produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, yang berencana menginvestasikan 1,2 miliar Dolar AS untuk menjadikan Indonesia sebagai hub strategis di Asia Tenggara.

Kedua negara juga telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk mempererat kerja sama di bidang ekonomi digital, peningkatan kapasitas teknis, serta penguatan infrastruktur yang bertujuan mendorong inovasi dan pertumbuhan inklusif.

Lebih jauh, Airlangga menyebut berbagai sektor seperti industri manufaktur, perdagangan, jasa, ketenagalistrikan, perhotelan, hingga sektor perikanan menjadi peluang kolaborasi strategis yang dapat terus dikembangkan bersama oleh Indonesia dan Vietnam.

“Di masa ketidakpastian ini, kita telah menunjukkan persahabatan sejati. Dan saya pikir Vietnam dan Indonesia dapat bekerja sama untuk mengurangi risiko ketidakpastian global,” pungkas Airlangga.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya