Berita

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Jimly Asshiddiqie/RMOL

Politik

Mantan Ketua MK Ingatkan Elite Politik Singkirkan Kepentingan Pribadi

JUMAT, 01 AGUSTUS 2025 | 17:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Elite-elite politik Indonesia diwanti-wanti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Jimly Asshiddiqie, lantaran dirinya mendapati indeks demokrasi tanah air secara global kembali mengalami penurunan.

Hal tersebut disampaikan Prof. Jimly saat memberikan keynote speech dalam Seminar Partai Buruh bertajuk "Redesign Sistem Pemilu Pasca Putusan MK", yang digelar di The Tavia Heritage Hotel, Jl. Letjen Suprapto No.1, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Juli 2025.

"Kalau dari kualitas, per 2023 kita di nomor 53. Sekarang, 2025, alhamdulillah naik. Maksudnya naik angkanya, artinya turun kualitasnya. Sekarang di 59," ujar Jimly dikutip dari siaran ulang kanal Youtube Pijar Partai Buruh, dikutip Jumat, 1 Agustus 2025.


Dia menilai, kepentingan elite-elite politik sekarang ini masih belum mencontoh Presiden Prabowo Subianto, di mana tidak mencampuradukan urusan pemerintahan dengan kepentingan pribadi.

Paling tidak, hal itu katanya nampak dari banyaknya elite politik yang tersangkut kasus korupsi, sehingga membuat posisi Indonesia dalam peta demokrasi dunia belum juga membaik.

Oleh karena itu, Jimly mengingatkan para elite politik untuk tidak menjadikan politik sebagai alat meraup keuntungan pribadi, melainkan untuk menyejahterakan masyarakat.

"Mari berpikir, jangan kepentingan pendek, kepentingan sendiri-sendiri. Kita perlu membangun budaya dan sistem demokrasi yang semakin berkualitas di masa depan," demikian Prof. Jimly menambahkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya