Berita

Barang bukti senjata tajam, amunisi hingga dokumen organisasi diamankan saat operasi di Kabupaten Puncak/TNI

Pertahanan

Tindakan Tegas Aparat demi Menjaga Stabilitas Papua Tengah

JUMAT, 01 AGUSTUS 2025 | 11:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komitmen menjaga stabilitas keamanan kembali dibuktikan melalui langkah tegas TNI dalam menghadapi kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Dalam operasi penindakan pada 22 dan 23 Juli 2025 di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, berhasil melumpuhkan dua tokoh OPM, Lison Murib dan Alena Murib.

Keduanya dikenal sebagai pelaku utama berbagai aksi teror terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Operasi ini menjadi bukti negara tidak tinggal diam terhadap ancaman yang merongrong integritas bangsa.


"Operasi ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip hukum, profesionalisme, dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan," kata Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 1 Agustus 2025.

Langkah TNI tidak hanya sekadar bersifat ofensif, tetapi juga strategis untuk mengamankan masyarakat dari ancaman nyata oleh kelompok bersenjata. Setiap tindakan dilakukan sesuai hukum, guna memastikan legitimasi dan akuntabilitas operasi.

"Kami ingin masyarakat tahu bahwa TNI tidak bertindak semena-mena, dan setiap tindakan kami punya dasar hukum yang jelas," pungkasnya.

Selain dua pelaku, operasi tersebut juga mengungkap berbagai barang bukti seperti senjata tajam, amunisi, dokumen organisasi, bendera Bintang Kejora, dan uang tunai yang diduga berasal dari praktik pemerasan terhadap warga sipil.

"Kami menemukan bukti kuat bahwa kelompok ini bukan hanya bergerak dalam kekerasan, tetapi juga melakukan pemerasan dan intimidasi terhadap masyarakat," lanjut Mayjen Kristomei.

Temuan ini memperkuat analisis aktivitas separatis OPM bukan sekadar ideologi, tetapi juga bertumpu pada struktur yang memanfaatkan kekerasan dan simbolisme untuk menciptakan ketakutan.

"Barang bukti yang kami amankan mengonfirmasi adanya upaya sistematis untuk melemahkan negara lewat kekerasan dan provokasi," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya