Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Kesepakatan Dagang Bikin Greenback Berkibar

JUMAT, 01 AGUSTUS 2025 | 08:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar Amerika Serikat (AS)  menuju penguatan bulanan pertamanya pada 2025 terhadap mata uang utama. 

Kurs Dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat tajam yang terdorong oleh ketahanan ekonomi AS dan meredanya ketegangan perdagangan global. 

Indeks Dolar (Indeks DXY) naik 0,16 persen ke level 99,949 setelah melejit hampir 1 persen di sesi sebelumnya pada sesi penutupan Kamis 31 Juli 2025 atau Jumat pagi WIB.


Dolar melesat versus Yen, diperdagangkan pada level tertinggi sejak 28 Mei, dan berada di jalur untuk melonjak sekitar 5 persen sepanjang Juli, menjadikannya penguatan bulanan terbesar sejak Desember 2024.  Pagi tadi, Dolar menguat 0,83 persen terhadap Yen menjadi 150,765. 

Dalam langkah yang telah diprediksi secara luas, Bank of Japan, Kamis, mempertahankan suku bunga jangka pendek di level 0,5 persen dengan suara bulat, tetapi merevisi naik proyeksi inflasi untuk beberapa tahun ke depan.

Hal itu terjadi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah, Rabu, mengabaikan desakan Presiden Donald Trump untuk menurunkan biaya pinjaman. Chairman Fed Jerome Powell juga mengindikasikan bahwa dia tidak terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Greenback terkatrol berkat sikap hawkish the Fed dan ketahanan ekonomi Amerika, dengan ketidakpastian atas pelonggaran tarif Trump yang kacau setelah serangkaian kesepakatan perdagangan.

Euro menjadi salah satu mata uang yang paling terdampak oleh penguatan Dolar AS karena investor bergegas melepas spekulasi yang dibuat awal tahun ini dengan asumsi pasar Eropa mungkin menawarkan peluang yang lebih baik. Euro melorot hampir 3 persen. 

Dolar juga mencatat kenaikan terhadap Franc Swiss sepanjang Juli, Meski penguatan Dolar berlangsung pekan ini, analis Goldman Sachs memperkirakan dampak jangka panjang tarif bisa menjadi negatif bagi greenback.

Kesepakatan perdagangan AS yang baru termasuk satu perjanjian dengan Korea Selatan, akan mengenakan tarif 15 persen atas impor Amerika. 

Rabu, Trump juga mengenakan tarif 50 persen untuk sebagian besar barang Brasil dan mengatakan Amerika Serikat masih bernegosiasi dengan India. Namun, dia memberi Meksiko penangguhan selama 90 hari sebelum batas waktu kesepakatannya pada 1 Agustus 025 waktu setempat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya